Polisi Tembak Polisi

Eks Ketua Wadah Pegawai KPK Sarankan Febri Diansyah dan Rasamala Mundur dari Kuasa Hukum Sambo-Putri

Yudi Purnomo menyebut, sentimen negatif bermunculan ketika keduanya bergabung ke tim kuasa hukum tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Ramadan LQ
Eks Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap buka suara terkait bergabungnya Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang dalam tim pengacara keluarga Ferdy Sambo. (Ramadhan L Q) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Eks Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap buka suara terkait bergabungnya Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang dalam tim pengacara keluarga Ferdy Sambo.

Ia menghormati keputusan yang diambil oleh Febri selaku eks juru bicara KPK dan Rasamala sebagai mantan pegawai KPK itu.

Namun di sisi lain, Yudi Purnomo meminta kepada keduanya sebaiknya mundur sebagai kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Ada banyak hal yang jadi catatan saya, kemudian saya sampaikan secara terbuka ya untuk mas Febri dengan mas Mala untuk mengundurkan diri menjadi penasehat hukum dari pak Sambo dan bu Putri," ujar Yudi, di Bareskrim Polri, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Pilih Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Seperti Meniti Jalan yang Agak Licin

Baca juga: Polisi Pilih Tak Tahan Putri Candrawathi, Bagaimana dengan Kejaksaan? Begini Kata Jampidum

Yudi bahkan baru mengetahui bergabungnya Febri dan Rasamala saat konferensi pers (konpers) yang digelar pada Rabu (28/9/2022) sore.

Ia mengatakan, sentimen negatif bermunculan ketika keduanya bergabung ke tim kuasa hukum tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Karena pertama saya melihat banyak sentimen negatif ketika berita itu mencuat. Saya sendiri baru tahu kemarin ya ketika ada konpers yang diadakan oleh tim penasehat hukumnnya, di mana saya lihat ada dua yang saya kenal dan tentu saya sebagai sahabat dari mas Febri sejak pertama di KPK," katanya.

"Dan mas Febri ketika kemarin menyampaikan sama seperti di media, akan melakukan profesional, terbuka, akuntabulistas dan sebagainya. Kemudian saya tetap dengan pendirian saya bahwa mas Febri harus mundur ya karena ini bukan hanya untuk nama mas Febri juga, tapi untuk gerakan ke depannya juga," lanjut dia.

Baca juga: Febri Diansyah-Rasamala Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Bivitri Susanti: Berarti Prinsip Kita Beda

Menurut Yudi, masih banyak kegiatan positif lainnya yang bisa dilakukan oleh Febri dan Rasamala selain sebagai kuasa hukum Sambo dan Putri.

"Jadi sekali lagi bahwa saya tetap meminta mas Febri untuk mundur bersama dengan mas Mala. Saya pikir banyak lah kegiatan-kegiatan positif lainnya, gerakan-gerakan anti korupsi yang membutuhkan mas Febri lah," ujar Yudi.

"Kalau seperti ini kan benar banyak sekali sentimen-sentimen negatif. Apalagi mas Febri saya lihat sebagai sahabat, sehingga banyak yang bertanya pada saya tentang kejadian ini," sambungnya.

Diwartakan sebelumnya, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang kini menjadi tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu diketahui dari agenda konferensi pers tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang akan digelar di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (28/9/2022) sore.

Baca juga: Rampungkan Perkara Irjen Ferdy Sambo, Studi Demokrasi Rakyat Puji Kinerja Timsus Polri dan Kejagung

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved