Pj Gubernur DKI Jakarta

DPRD DKI Fraksi Nasdem Dukung Bahtiar Dipilih Presiden untuk jadi Pj Gubernur Jakarta

Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar menyatakan bahwa Bahtiar cocok untuk dipilih menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar saat memberikan tanggapan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Series #3 'Mencari Figur Ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta', di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar menyatakan bahwa Bahtiar cocok untuk dipilih menjadi Penjabat - Pj Gubernur DKI Jakarta.

Diketahui, DPRD DKI Jakarta telah menyerahkan tiga nama yang usulan kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

Adapun tiga nama tersebut adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali; Kepala Sekretariat Kepresidenan, Heru Budi Hartono; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar Baharuddin.

"Pj itu yang paling cocok adalah Pak Dirjen (Bahtiar). Karena tidak pernah bersentuhan dengan partai politik," ujar Hasan, pada Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Politisi Partai Golkar Meluruskan Pandangan Masyarakat yang Salah Terkait Kenaikan Harga BBM

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Series #3 'Mencari Figur Ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta', di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, saat sesi menyampaikan tanggapan, Hasan mengatakan bahwa Bahtiar adalah sosok yang paling netral.

Hal tersebut berkaitan agar Pj gubernur tidak memanfaatkan jabatannya untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Selain itu, Hasan menegaskan bahwa pihaknya menolak statemen dari Kemendagri bahwa Pj dapat melakukan pemecatan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena menurutnya, Pj yang dipilih oleh pemerintah tidak berhak untuk melakukan hal tersebut.

"Berbeda dengan gubernur yang memang dipilih langsung oleh rakyat," ujar Hasan.

Baca juga: Marullah Matali Tidak Bisa Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Diberitakan sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah menjelaskan pemaknaan dari Penjabat (Pj).

"Pj itu ya orang yang memiliki kewenangan untuk menetapkan suatu kebijakan, yermasuk melaksanakan tata pemerintahan daerah," ujar Trubus saat dihubungi wartakotalive.com pada Rabu (14/9/2022).

Trubus memastikan bahwa tugas dan kewenangan Pj sama seperti pejabat definitif sebelumnya.

Lebih lanjut Trubus berpendapat terkait tiga nama yang diusulkan oleh DPRD DKI Jakarta untuk menjadi calon Pj gubernur.

Adapun tiga nama yang diusulkan adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali; Kepala Sekretariat Kepresidenan, Heru Budi Hartono; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved