Dinas Perhubungan DKI Jakarta Koordinasi dengan BPTJ Tangani Masalah Klasik Kemacetan

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menangani masalah klasik kemacetan di ibu kota.

wartakotalive.com, Leonardus Wical Zelena Arga
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menangani masalah klasik kemacetan di ibu kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kemacetan di DKI Jakarta masih menjadi problematika klasik hingga saat ini yang belum bisa diselesaikan sepenuhnya.

Walaupun masyarakat makin banyak yang beralih dari transportasi pribadi menuju transportasi publik, namun kemacetan masih belum dapat diatasi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengklaim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan wilayah penyangga di bawah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Baca juga: Dinas Bina Marga DKI Jakarta Bangun Jalan Tembus di Lebak Bulus untuk Atasi Kemacetan

"Di antaranya kemarin contohnya kami sudah mengoperasionalkan layanan Tj ke Bekasi, demikian juga ke wilayah penyangga lainnya," ujar Syafrin saat dihubungi, pada Kamis (29/9/2022).

Hal tersebut merupakan upaya bersama, di mana masyarakat sudah menggunakan layanan Tj namun sempat terhenti karena pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan pihaknya telah mengubah kembali pada layanan semula, sejak situasi pandemi Covid-19 perlahan normal. Ia pun membenarkan bahwa memang titik kepadatan terjadi pada pagi dan sore hari.

Baca juga: Irjen Fadil Imran Minta Polisi Lalu Lintas Lakukan Screening: Jangan Anggap Enteng Kemacetan

"Kepadatan itu terjadi di beberapa titik arteri yang memang ada pengerjaan konstruksi. Contohnya di cabang yang dikokohkan di Jalan MT Haryono yang waktu itu sedang ada pembangunan halte integrasi," ujar Syafrin.

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan integrasi stasiun cabang dengan LRT. Lalu, di area Pandjaitan dan Ahmad Yani juga sedang dalam proses konstruksi. Syafrin mengakui bahwa proses konstruksi tersebut tentu mengurangi jumlah lajur.

"Maka kami mohon kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati mengikuti arahan petugas saat melintasi titik-titik yang sedang dilakukan pembangunan baik daerah atas, pusat, atau swasta. Seperti contoh adalah pipanisasi gas dan PDAM," ujar Syafrin. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved