Berita Bekasi

Cerita Pengrajin Tahu di Bekasi Mencoba Bertahan saat Harga Kedelai Terus Melambung

Rina berharap harga kedelai segera menurun agar dirinya juga bisa menjual dengan harga normal dan tak memperkecil ukuran.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Pabrik Tahu yang berlokasi di Jalan Kampung Bojong Menteng, Rawalumbu, Bekasi, Kamis (29/9/2022). 

Karena memang sebenarnya Benjo dan istrinya berasal dari Pemalang, Jawa Tengah dan merantau ke Bekasi hanya bermodalkan seadanya saja.

"Sekitar 7 tahun yang lalu, awalnya suami saya saja yang membuka usaha ini. Saya di kampung terus baru menyusul. Dahulu itu masih kecilan lahannya bangunanya masih setengah dari sekarang," ucap perempuan yang mengenakan hijab hitam itu di lokasi.

Rina melanjutkan, dari awal usaha yang dirintis suaminya itu baru mempunyai dua karyawan saja. Namun, berkat ketekunan dan kerja keras kini usahanya telah memiliki 27 karyawan.

"Dari awal itu cuma dua saja, terus perlahan tambah orang jadi lima, tujuh, sepuluh, dua belas, dan sekarang sudah 27," ucap dia.

"Kami di sini dari awal sebenarnya hanya menjual tahu goreng saja yang tahu kulit itu, tetapi sekarang kami tambahkan ada tahu putih," imbuhnya.

Ibu dua anak ini merasa bersyukur hingga saat ini tempat usahanya jauh lebih besar, bisa memiliki kantor sendiri, menambahkan jumlah karyawan, dan membangun tempat tinggal para karyawannya.

Terlepas dari hal itu, Rina dan Benjo dihadapkan sebuah tantangan. Di mana saat pandemi Covid-19 menerpa usahanya pun ikut terdampak.

Keduanya pun harus memutar otak agar usahanya tetap produksi dan mampu bertahan.

"Pesanan sudah pasti turun, itu hampir sekitar 50 persen. Banyak faktor ya, karyawan sempat saya kurangi berikut pun dengan gajinya. Karenakan kami di sini juga produksinya berkurang, ya tapi seenggaknya masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari" jelas dia.

Rina pun mengaku, tak hanya pandemi Covid-19 saja yang menjadi tantangan. Namun, kenaikkan harga kedelai juga sangat terasa.

"Kenaikkannya itu berproses, dari pandemi Covid-19 itu juga sudah naik. Tetapi semakin terasa dari lebaran itu. Sempat turun tapi sedikit, kalau naiknya banyak. Sampai sekarang kedelai per kilogramnya sudah mencapai Rp 13.000," ucap dia.

Rina menuturkan, selalu melayani pembeli dalam nominal berapapun.

"Kami di sini melayani berapapun pembeli mau, ibu rumah tangga yang hanya membeli tahu sedikit karena buat masak saja kami layani. Misalkan  keesokannya baru balik lagi mau beli lagi boleh," ungkap dia.

Tak ada strategi khusus yang ia lakukan bersama sang suami agar usahanya bertahan, hanya saja keduanya tetap bekerja keras, ulet, dan juga harus sabar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved