Berita Jakarta

Berantas Penyalahgunaan Narkoba di Johar Baru, Pihak Kecamatan Gandeng BNN hingga Disnaker

Andre Ravnic menyebut, penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman bagi keselamatan dan keterlindungan masyarakat Indonesia.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Sekcam Johar Baru Andre Ravnic. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Kasus penyalahgunaan narkoba di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat cukup memprihatinkan.

Di kawasan yang dikenal padat penduduk ini, polisi kerap menemukan aksi penyalahgunaan narkoba.

Berbagai upaya pun terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama stake holder lainnya untuk membuat Johar Baru menjadi kawasan bersih dari Narkoba.

Sekretaris Kecamatan Johar Baru, Andre Ravnic menyebut, penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman bagi keselamatan dan keterlindungan masyarakat Indonesia.

Narkotika saat ini telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dan para pengedar menyasar kalangan remaja ataupun anak-anak sebagai regenerasi pangsa pasar dengan jangka pakai yang panjang.

Baca juga: Polres Jakpus Ungkap Saksi Rumah Tingkat Ambruk di Johar Baru Bertambah 3 Orang

Menurutnya, ada beberapa indikator yang membuat kawasan Johar Baru rawan narkoba.

Yaitu, tingginya angka pengangguran, banyaknya lahan fasos dan fasum yang dijadikan sarang narkoba, pergaulan bebas antar remaja, tawuran yang dijadikan alat peredaran narkoba dan kawasan pemukiman padat penduduk.

Apalagi, pengguna narkotika di Indonesia meningkat 1,95 persen pada tahun 2022.

Untuk jenis narkotika ganja menjadi jenis yang paling banyak digunakan atau sebanyak 63 persen dari total pengguna narkoba.

Baca juga: Terlibat Peredaran Narkotika dan Pakai Sabu, Polri Pecat Kasat Narkoba Karawang AKP Nurdin Massa

Yang lebih memprihatinkan, 70 persen pengguna barang haram tersebut berusia muda atau sekitar belasan hingga dua puluhan tahun.

Peredaran narkoba yang sangat tinggi, menurut Andre, sangat berpengaruh kepada tingkat sosial masyarakat.

Peristiwa kejahatan akan muncul dan masyarakat akan resah.

Oleh sebab itu, Kecamatan Johar Baru bersama tiga pilar dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen untuk memberantas narkoba sampai akar-akarnya.

"Untuk mewujudkan keterpulihan kawasan rawan narkoba menjadi kawasan bersih narkoba di wilayah kecamatan Johar Baru, antara lain melakukan pemetaan kawasan rawan narkoba yang dimana aksi ini adalah upaya penggambaran masyarakat (profile) yang tinggal di kawasan teridentifikasi sebagai rawan narkoba," tutur Andre, Kamis (29/9).

Baca juga: Tangkap Lima Pengedar Narkoba di Kebun Pisang, Polisi Berhasil Menemukan Ratusan Gram Sabu

Setelah dilakukan pemetaan, kata Andre, barulah mencari cara mengurai masalah maraknya peredaran narkoba di wilayah Johar Baru.

Tak hanya itu, masyarakat yang sudah terkena narkoba harus dicarikan solusi agar dia bisa lepas dari barang haram tersebut.

"Kebanyakan pengguna narkoba pengangguran, sehingga kami akan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mengadakan pelatihan keterampilan bagi para pengguna narkoba itu. Seperti jasa service AC, bengkel, dan pelatihan komputer," tuturnya.

Baca juga: Selama Satu Pekan, Polres Metro Jakpus Berhasil Menangkap 14 Tersangka dalam Kasus Narkoba dan Miras

Terakhir, Andre berharap dengan adanya beberbagai upaya yang dilakukan para stake holder, peredaran narkoba di wilayah Johar Baru bisa teratasi.

"Kita harus menjadi agen perubahan dalam rangka memberantas narkoba di wilayah Johar Baru. Hambatan pasti akan ditemukan, tapi kami yakin, upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Johar Baru bisa segera dilaksanakan," pungkasnya

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved