Berita Jakarta

Warga 5 Desa di Bungo Tak Mampu Hadapi Kuatnya 'Cukong', Minta Bantuan ke Kapolri Gasak Mafia Tanah

Masalah ini bermula saat warga menentang aktivitas pertambangan dari perusahaan tambang PT KBPC di Kabupaten Bungo.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Warga Bungo yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum diterima oleh pihak Mabes Polri untuk menyampaikan aduan pada aksi demo yang digelar pada Rabu (28/9/2022) 

Warga sempat blokir akses jalan

Dikutip dari Tibun Jambi, warga juga sempat memblokir akses jalan menuju area pertambangan milik PT KBPC di Dusun Rantau Pandan Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo

Pemblokiran ini dikarenakan warga menilai jika perusahaan tambang milik "tuan Takur Bungo" ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.

Yang ada hanya merusak lingkungan yang nantinya bakal menyengsarakan masyarakat.

Dalam pemblokiran itu, ratusan bahkan ribuan warga dusun turun kelapangan. Mulai dari yang tua hingga anak-anak.

Tokoh masyarakat Dusun Rantau Husaini menyebut jika kehadiran masyarakat yang hadir mengikuti aksi ini sudah sangat geram dengan pihak perusahaan.

Seharusnya Dusun Rantau Pandan merupakan desa terkaya di Bungo, sebab terdapat ratusan hektare lahan tambang. Tapi sayang, untuk keperluan guru ngaji masyarakat harus menyumbang dengan dana pribadi.

"Jadi tidak ada gunanya perusahaan disini," kata Husaini.

Lokasi tambang dengan pemukiman warga sangat dekat. Aktivitas tambang yang tengah beroperasi sampai 200 meter.

Dengan dekatnya lokasi tambang dengan pemukiman membuat warga sangat terganggu.

Truk-truk batubara keluar dari tambang melewati jalan dusun tersebut. Tak ayal, jalan menjadi rusak. Jika hujan becek, jika panas berdebu.

 

 

 

 

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved