Pilpres 2024

Politisi PDIP: Kalau Presiden Jokowi Mau Jadi Wapres, Itu Keterlaluan!

Politisi PDIP Masinton Pasaribu meyakini Presiden Jokowi tak akan mau maju di Pilpres 2024 sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Editor: Valentino Verry
Istimewa
Politisi PDIP Masinton Pasaribu meyakini Presiden Jokowi tak akan mau ikut dalam Pilpres 2024 sebagai cawapres, karena sangat memalukan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu meyakini Presiden Jokowi memiliki harga diri, dan tak tegiur dengan godaan nyeleneh menjadi wakil presiden.

Sebab, menurut Masinton, jabatan tertinggi di republik ini adalah presiden.

Jadi sangat mustahil, seseorang yang sudah meraih jabatan tertinggi, mau turun pangkat.

Sebab jika itu terjadi, maka kredibilitas orang itu akan hancur di mata masyarakat.

Namun, menurut Masinton, di era demokratisasi ini sangat wajar bila wacana-wacana nyeleneh kerap muncul.

Sebab, tidak ada aturan yang tertulis bahwa Presiden dua periode tidak boleh mencalonkan diri lagi sebagai wakil presiden.

"Dengan kita sistem presidensial ini presiden adalah presiden, jangan lagi bermimpi menjadi wakil presiden. Intinya itu, kecuali wakil presiden ingin menjadi presiden karena tahapannya ke situ," ucap Masinton di kantor Tribun Network, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Politisi PDIP tersebut menegaskan publik harus memahami bahwa pemilu sebagai sarana demokrasi sepantasnya menjadi penguatan identitas kebangsaan RI.

Baca juga: Charta Politica Sebut Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Tidak Aman di Pilpres 2024

Menurut Masinton, mustahil seorang mantan presiden mau menjadi wakil presiden.

"Nah kalau kita kan presidensial, semua urusan kepala negara dan kepala pemerintahan ada di presiden sedangkan wakil presiden itu, dia tidak berbagi kekuasaan dengan presiden. Dia hanya berada dalam satu lembaga Kepresidenan," imbuhnya.

Berikut petikan wawancara dengan Masinton Pasaribu:

Bagaimana Bang Masinton melihat ide fenomenal ini kalau saya melihatnya tidak bahwa ini leterlek mengajukan Prabowo-Jokowi, tapi ada pesan mungkin?

Sebagai sebuah keinginan atau pesan agar pemilu 2024 nanti tidak seperti pemilu sebelumnya. Tadi kalau dibilang sampai ada yang cerai, itu kalau politik dibawa baper begitu. Istilah anak sekarang kena mental.

Baca juga: Mantan Politisi Partai Demokrat Ingin Duet Anies-SBY Imbangi Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024

Jadi sebenarnya adalah kita semua harus memberikan edukasi dan pemahaman bersama kepada publik bahwa apapun pemilu sebagai sarana demokrasi itu harus bagian dari penguatan identitas kebangsaan kita. Bangsa yang majemuk tadi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved