Vaksi Meningitis

Pengelola Bandara Soetta Bingung, Stok Vaksin Meningitis bagi Calon Jemaah Umrah Langka

Pengelola Bandara Soetta tengah waswas seba stok vaksin meningitis ternyata langka. Vaksin ini dicari oleh jemaah umrah.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/ Andika Panduwinata
Ilustrasi - Pengelola Bandara Soetta waswas karena saat ini stok vaksin meningitis sangat langka, sehingga tak bisa melayani jemaah yang hendak umrah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta memberhentikan pelayanan terhadap permintaan vaksin meningitis.

Pasalnya, stok ketersediaan vaksin untuk para calon jemaah umrah tersebut tengah langka.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini mengatakan, stok ketersediaan vaksin miningitis telah habis sejak Kamis (22/9/2022) lalu.

"Jadi di Bandara Soekarno-Hatta, sejak 22 September sudah di tutup, karena vaksinnya memang habis. Kami sudah berusaha minta realokasi kemana-mana, nanti kalau sudah ada (vaksin meningitis) kami buka lagi," ujar Naning Nugrahini, Rabu (28/9/2022).

Naning menuturkan, pihaknya tengah meminta stok vaksin meningitis kepada Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Tangerang. 

Nantinya, apabila sudah ada vaksin yang terkumpul, pihaknya akan kembali membuka untuk calon jemaah umrah secara terbatas.

Baca juga: Larissa Chou Ajak Yusuf Alvin Ramadhan Jalani Ibadah Umrah, Tuliskan Pesan Menyentuh untuk Anaknya

"Misal kita sudah terkumpul ada 200 vial, nanti kita akan buka satu sampai dua hari, tergantung stok yang ada," kata dia.

"Akan tetapi tentu terbatas dan ada syarat khusus untuk penerimanya supaya vaksin miningitis itu tepat sasaran," imbuhnya.

Naning menambahkan, bila sudah ada stok vaksin darurat, salah satu syarat penerima adalah calon jemaah umrah yang 14 hari lagi berangkat ditunjukan dengan tiket pesawat terbang. 

Baca juga: Paramitha Rusady Jalani Ibadah Umrah, Berdoa Agar Tetap Berguna dan Beri Manfaat Bagi Banyak Orang

Sementara, peserta vaksin lainnya masih harus mendaftar secara online terlebih dahulu. 

"Karena kalau tidak diatur, khawatir yang segera akan berangkat malah enggak dapat vaksin karena terlebih dahulu diambil yang berangkatnya pada Desember," tuturnya.

"Paling enggak vaksin efektif itu peraturan di Indonesia adalah 14 hari sebelum keberangkatan," terangnya.

Pasalnya, dalam sehari KKP Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta dapat melayani sekitar 300 calon jemaah umrah untuk disuntik vaksin meningitis. 

Baca juga: Venna Melinda Bahagia Diajak Umrah Ferry Irawan Setelah Menikah, Tunda Bulan Madu ke Maladewa?

"Berarti hitungan kita dalam satu tahun butuh 90 ribu vial. Satu hari itu 300 orang, berarti ya harus butuh 300 vial. Tinggal dikalikan saja," ungkapnya.

Menurutnya, stok keterssdiaan vaksin miningitis tersebut baru akan tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Oktober 2022 mendatang.

"Setahu saya, akan datang vaksin meningitis yang dibeli oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) RI sekitar bulan Oktober baru kami akan dikirimkan stol ketersediaannya," jelas Naning Nugrahini.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved