PNS Aniaya Wartawan

Pengacara Oknum PNS Karawang Lapor Balik ke Polisi, tak Terima Disebut Culik dan Aniaya Wartawan

Pengacara oknum PNS Karawang yang menculik dan mmenganiaya wartawan tak terima, lapor balik ke polisi karena merasa difitnah.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhammad Azzam
Dua orang wartawan diduga disekap dan dianiaya oknum PNS di Karawang, Jawa Barat. Kini, oknum itu tak terimam lah lapor baik ke polisi karena merasa difitnah. 

Simon yang didampingi tim kuasa hukum lainnya dibawah Kantor Hukum Johnson Panjaitan & Partner menegaskan, pernyataan Gusti Sevta Gumilar yang menjadi pemberitaan itu tidak benar dan terkesan berlebihan.

"Di sini kami tegaskan bahwa peristiwa penyekapan, pemaksaan minum miras dan air seni itu tidak ada," katanya

Dia mengungkapkan, Gusti tidak memaparkan secara jelas kronologi awal penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Akan tetapi menceritakan pegalan-pegalan cerita seolah-olah seperti kejadian menyeramkan.

"Jadi kasus ini dipitong-potong per bagian sadistik. Terkait peristiwa utuhnya apa dia menjelaskan awal mulanya sehinga dia mendapat perlakuan yang dia nyatakan itu," ungkap dia.

Dijelaskannya, kejadian itu bukan karena persoalan tugas jurnalistik.

Tim kuasa hukum Oknum PNS yang diduga menganiaya dua wartawan membantah telah menyekap, mencekoki miras dan memaksa minum air urine.
Tim kuasa hukum Oknum PNS yang diduga menganiaya dua wartawan membantah telah menyekap, mencekoki miras dan memaksa minum air urine. (Warta Kota/ Muhammad Azzam)

Persoalan terjadi berawal dari sejumlah postingan media sosial Zaenal yang berisi provokasi terhadap klub sepak bola Karawang Persika 1951 maupun pribadi kliennya.

Atas postingan itu banyak masyarakat khususnya suporter yang kesal dan mencari keberadaan Zaenal.

"Karena ini sudah engga bisa terkontrol lagi. Maka klien kami ingin bertemu Zaenal dan Junot (Gusti) sendiri yang menawarkan untuk berangkat menjemput Zaenal. Memang beberapa insiden ada di situ, tapi bukan oleh klien kami, bahkan bukan seizin klien kami karena ada banyak orang di situ," ungkap dia.

Sebelumnya, Polres Karawang masih terus melakukan pemeriksaan terkait dengan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua orang warga yang berprofesi wartawan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang.

”Pemeriksaan dilakukan terhadap para terlapor (termasuk pejabat berinisial AA),” kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy, pada Selasa (27/9/2022) kemarin.

Dia menyebutkan, pemeriksaan para terlapor itu dimulai pada Senin (26/9) malam hingga Selasa (27/9). Ada empat terlapor yang telah diperiksa penyidik Satreskrim Polres Karawang. Masing-masing berinisial AA, RA, L, dan D.

AA, RA, dan L merupakan pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Karawang. Sedangkan terlapor berinisial D bukan PNS, tapi pengurus Askab PSSI Karawang.

Dua warga Karawang, Jawa Barat diduga diculik dan dianiaya oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Karawang.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved