Breaking News:

PNS Aniaya Wartawan

Pengacara Oknum PNS Karawang Lapor Balik ke Polisi, tak Terima Disebut Culik dan Aniaya Wartawan

Pengacara oknum PNS Karawang yang menculik dan mmenganiaya wartawan tak terima, lapor balik ke polisi karena merasa difitnah.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhammad Azzam
Dua orang wartawan diduga disekap dan dianiaya oknum PNS di Karawang, Jawa Barat. Kini, oknum itu tak terimam lah lapor baik ke polisi karena merasa difitnah. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Kuasa hukum oknum pegawai negeri sipil (PNS) melaporkan balik terkait dugaan penculikan dan penganiayaan wartawan ke polisi.

Laporan itu dilakukan ke Polres Karawang tentang kabar bohong atau memberikan informasi bohong dengan Nomor: STTLP/B/ 1795/ IX/ 2022/ SPKT/ POLRES KARAWANG/ POLDA JAWA BARAT.

"Iya kami melaporkan balik saudara Gusti alias Junot ke Polres Karawang terkait kabar bohong yang membuat onar kemarin Selasa 27 September 2022," kata Kuasa Hukum Terlapor AA, Simon Fernando Tambunan, pada Rabu (28/9/2022).

Simon menyebut apa yang disampaikan Gusti dihadapan awak media saat di Polres Karawang itu bohong.

Atas kebohongan itu membuat kegaduhan dan keonaran di Karawang.

"Dia (Gusti) menyampaikan bahwa disekap, dicekoki miras, dipaksa minum air kencing. Bisa dipastikan tidak ada, 100 persen tidak ada," kata Simon.

Dia menerangkan, baru angkat bicara karena melihat kasus ini semakin melebar dan liar.

Baca juga: Polres Karawang Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penculikan dan Penganiayaan Dua Wartawan

Maka klarifikasi ini agar penanganan kasus tersebut menjadi terang-benderang duduk persoalannya. Hal itu juga disampaikan agar tidak ada kepentingan pribadi yang dibalut dengan keprofesian seseorang.

”Kami sudah mengambil langkah projustitia, membuat laporan terkait kabar atau informasi palsu yang mengakibatkan keonaran,” kata Simon.

Dia juga menegaskan, kejadian itu juga dipicu bukan karena soal pemberitaan. Akan tetapi postingan media sosial maupun masalah pribadi.

Baca juga: Wartawan Disekap dan Dianiaya Oknum PNS Karawang, Dipukuli dan Dipaksa Minum Urine

Bahkan, persoalan utamanya itu bukan terhadap Gusti. Akan tetapi Zaenal yang kerap membuat postingan provokatif, khususnya soal klub sepak bola Persika 1951 yang memancing para suporter marah.

"Maka klien kami engga ingin masalah itu meluas sampai terjadi kemarahan suporter. Maka bertemulah dengan Zaenal itu, dan dia (Zaenal) terkait postingannya sudah menyatakan permohonan maaf," katanya.

Kuasa hukum oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) membantah melakukan penyekapan hingga memaksa minum miras maupun minum air urine kepada wartawan di Karawang, Jawa Barat.

Hal itu diutarakan kuasa hukum terlapor, Simon Fernando Tambunan kepada awak media di Karawang pada Selasa (27/9/2022).

Baca juga: PWI Jabar Desak Polisi Segera Usut Mengusut Tuntas Dugaan Penganiayaan Dua Wartawan di Karawang

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved