FGD Pj Gubernur

DPRD DKI Jakarta Jelaskan Alasan Muncul Tiga Nama Pj Gubernur yang Diserahkan kepada Kemendagri RI

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani menjelaskan alasan tiga nama tersebut muncul, dipilih, dan diajukan kepada Kemendagri RI.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta bersama Warta Kota menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan secara tatap muka dan dalam jaringan (daring). FGD tersebut bertujuan untuk mendiskusikan seputar figur ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang rencana akan dilantik pada 17 Oktober 2022 mendatang, dengan mengangkat tema 'Mencari Figur Ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. ACara digelar pada Rabu (28/9/2022) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonardus Wical Zelena Arga


WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - DPRD DKI Jakarta telah menyerahkan tiga nama usulan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

Adapun ketiga nama kandidat tersebut yaitu Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali; Kepala Sekretariat Kepresidenan, Heru Budi Hartono; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani menjelaskan alasan tiga nama tersebut muncul, dipilih, dan diajukan kepada Kemendagri RI.

"Yang pertama, Heru Budi Hartono. Beliau merupakan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) di DKI Jakarta," ujar Zita, pada Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Harus Penuhi Kriteria Jam Terbang Tinggi di Birokrasi

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Series #3 'Mencari Figur Ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta', di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Zita mengakui bahwa sepak terjang Heru juga luar biasa sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Kemudian Zita menjelaskan bahwa Heru juga pernah menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Menurutnya, menjadi Kepala Bappeda bukan merupakan jabatan yang main-main.

"Itu artinya kan Pak Heru paham betul mengenai perencanaan DKI Jakarta. Baik perencanaan strategisnya, tata kota, keuangan, dan lain-lain," ujar Zita.

Baca juga: Tiga Hal Penting yang Harus Dikuasai Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Zita juga mengungkapkan bahwa Heru merupakan salah satu orang yang masuk dalam lingkaran terdekat RI 1 (presiden).

Lalu yang kedua adalah Bahtiar, dari Kemendagri RI.

Zita mengungkapkan bahwa pengalaman Bahtiar sebagai Penjabat sementara (Pjs) Kepulauan Riau juga harus diperhitungkan.

"Artinya kan Pak Bahtiar sudah memiliki pengalaman yang luar biasa juga dalam memimpin suatu daerah," ujar Zita.

Kemudian yang terakhir adalah Marullah Matali. Menurut Zita, sebagai sekretaris daerah (sekda), Marullah memiliki rekam jejak yang cukup baik.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved