Polisi Tembak Polisi

Bela Putri Candrawathi, Eks Jubir KPK Febri Diansyah Rekonstruksi Pelecehan Seksual di Magelang

Pengacara Putri Candrawathi yang eks jubir KPK Febri Diansyah sebut sudah lakukan rekonstruksi pelecehan seksual oleh Brigadir J di rumah Magelang

Akun YouTube Kompas TV
Eks jubir KPK Febri Diansyah selaku pengacara Putri Candrawathi menyebutkan sudah mendatangi rumah Ferdy Sambo di Magelang dan melakukan rekonstruksi pelecehan seksual Putri Candrawathi oleh Brigadir J 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum Putri Candrawathi yang merupakan eks juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan sebagai bentuk keseriusan pihaknya mendampingi Putri Candrawathi selaku tersangka kasus pembunuhan berencana atas Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat, pihaknya telah mendatangi rumah Ferdy Sambo di Magelang.

Dimana seperti diketahui bahwa di rumah di Magelang itulah, Putri Candrawathi mengklaim dirinya mendapatkan kekerasan dan pelecehan seksual oleh Brigadir J.

Menurut Febri Diansyah, di rumah di Magelang, pihaknya melakukan rekonstruksi pelecehan seksual Putri Candrawathi dan melihat kondisi rumah di Magelang tersebut.

"Jadi kami tidak hanya bicara, bahwa kami akan mendampingi secara objektif. Sebagai bentuk keseriusan untuk membuktikan pendampingan hukum ini dilakukan secara objektif kami telah melakukan sejumlah hal. Pertama kami mendatangi dan melakukan rekonstruksi di rumah di Magelang," katanya dalam konpers yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

"Jadi kami mendatangi rumah di Magelang dan kemudian melihat bagaimana kondisi dari rumah Magelang, yang ketika kalau dibandingkan misalnya dengan tempat lain mungkin tidak cukup relevan. Yang kedua kami mempelajari fakta yang tersedia dan menganalisis keterangan pihak-pihak yang relevan dan metode pengumpulan fakta yang lainnya," kata Febri Diansyah.

Ia percaya objektivitas tidak akan bisa didapatkan kalau tidak berupaya untuk melakukan pengumpulan fakta-fakta dan melakukan pendalaman terhadap materi-materi yang sudah ada.

Baca juga: Samuel Kesal Pendeta Gilbert Fitnah Brigadir J dan Percaya Keterangan Putri Candrawathi

Dari dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi di Magelang yang menurut Febri Diansyah sudah direkonstruksinya, membuat Ferdy Sambo sangat emosional sehingga melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J secara spontan dan tidak berencana.

"Seperti yang disampaikan oleh Bang Arman tadi ada satu bagian yang disampaikan langsung oleh Pak Ferdy Sambo, bahwa pada saat itu bapak Ferdy sambo menyesali berada dalam kondisi yang sangat emosional pada saat itu. Jadi poin-poin ini saya pikir ada baiknya kami bagikan dengan teman-teman semua, teman-teman jurnalis agar kita mendapatkan informasi yang lebih relevan setidaknya dari sumber tim kuasa hukum kami sebagai bentuk keseriusan," kata Febri Diansyah.

Menurut Febri Diansyah pihaknya juga melakukan diskusi dengan para ahli hukum terkait kasus ini. 

Baca juga: Profil Febri Diansyah dan Rasamala Eks Pegawai KPK, Pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

"5 ahli hukum yang sudah kami datangi. Diantaranya 3 Profesor di bidang hukum dan 2 Doktor ilmu hukum. Mereka ini sebagian besar adalah ahli hukum pidana yang tentu saja memahami pidana dan juga bisa memahami dan menjelaskan tentang viktimologi misalnya," kata Febri Diansyah.

Para ahli hukum tersebut katanya berasa dari perguruan tinggi di beberapa daerah.

Selain itu kata Febri Diansyah, pihaknya juga melakukan diskusi dengan 5 psikolog. "Kami paham ini bukan hanya sekedar isu hukum pidana saja. Tetapi ada relevansinya dengan situasi kejiwaan seseorang. Karena itu yang diajarkan dalam doktrin doktrin ilmu hukum," ujar Febri Diansyah.

"Maka kami lakukan diskusi dengan lima psikolog. Baik guru besar psikologi ataupun ahli psikologi klinis dan psikologi forensik. Jadi ada guru besar psikologi. ahli psikologi klinis dan psikologi forensik," kata Febri.

Selain itu kata dia, tim kuasa hukum juga melihat bagaimana pertimbangan pengadilan dalam beberapa tahun terakhir untuk kasus-kasus pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved