FGD Pj Gubernur

Bahtiar Dinilai Jadi Kandidat Terkuat Pj Gubernur DKI Jakarta Gantikan Anies Baswedan

Nama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar dinilai menjadi calon terkuat untuk jadi Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
DPD Partai Golkar DKI Jakarta bersama Warta Kota menggelar FGD Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta dengan mengangkat tema 'Mencari Figur Ideal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta’. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - DPRD DKI Jakarta telah menyerahkan tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur pengganti Anies Baswedan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Nama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar rupanya dinilai dapat menjadi calon terkuat yang berpeluang memimpin ibu kota usai Gubernur DKI Anies Baswedan habis masa jabatannya pada 16 Oktober.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Dewan Penasihat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Prof Ryaas Rasyid dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Partai Golkar DKI Jakarta dan Warta Kota seri ketiga dengan tema "Mencari Figur Ideal Pj Gubernur DKI Jakarta" yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Tiga Hal Penting yang Harus Dikuasai Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

"Kalau dari sumbernya melihat dari Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono itu ya ke Pak Bahtiar. Bahtiar ini mungkin lebih netral, soalnya dia tidak pernah bekerja di DKI Jakarta. Artinya tidak punya jaringan khusus di DKI dan tidak mungkin dia menjadi sasaran untuk ditekan oleh perbuatan dimasa lampau di DKI Jakarta," ucap Prof Ryaas.

"Kalau itu saya melihat bahwa jejak nyata Sony itu mirip-mirip posisinya sama Bahtiar. Biasanya kalau Dirjen Kemendagri paling takut bikin kesalahan. Kita itu paling takut bikin kesalahan karena kita perlu koordinasi, Dirjen itu merupakan puncak karir dalam Kemendagri ya irjen itu. Jadi penuh kehati-hatian, saya percaya dan itu terbukti dengan Pak Soni Alhamdulillah," imbuh dia.

Selain itu, Prof Ryaas menuturkan bahwa menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta usai Anies Baswedan nanti purna tugas sangat lama dan paling lama dalam sejarah Pj Gubernur.

Baca juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Harus Penuhi Kriteria Jam Terbang Tinggi di Birokrasi

Ia melanjutkan, adanya Sekretaris Daerah (Sekda) yang akan mencalonkan untuk menjadi Pj Gubernur hal itu tidak bisa dilakukan. 

Jika dipaksakan pun Sekda dicalonkan, maka harus diganti terlebih dahulu dan diganti dengan Sekda yang baru secara definitf.

"Untuk kasus ini tidak bisa Pj gubernur merangkap menjadi sekda. Tetapi kalau sekda diangkat menjadi Pj Gubernur maka jabatan sekda harus diisi. Jadi, sekda lah yang sebenarnya paling penting. Dia itu sebenarnya inti dari segala manajemen pemerintahan," papar dia.

Prof Ryaas meminta DPRD DKI Jakarta harus mengawal ketat perihal hal ini agar tidak terjadi persoalan yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Harus Mampu Hadapi Masalah Banjir, Sampah Hingga Macet

"Jadi kalau Ketua DPRD dengan sekda kompak, Insya Allah aman siapapun yang menjadi Pj Gubernurnya," tutup dia.

Diketahui, DPRD DKI Jakarta telah mengumumkan tiga nama usulan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).

Tiga nama tersebut adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali; Kepala Sekretariat Kepresidenan, Heru Budi Hartono; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved