Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta, Saking Tajir Pria Peranakan di Batavia Ini Buang Hajat Pakai Uang Kertas

Pada Sejarah Jakarta, ada sosok pria tajir yang hidup di era Batavia. Saking kayanya, pemuda tersebut hingga cebok menggunakan uang. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
KITLV
Eksekusi hukuman mati Oey Tambah Sia, pengusaha cina di Batavia. FOTO/KITLV 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pada Sejarah Jakarta, ada sosok pria tajir yang hidup di era Batavia. Saking kayanya, pemuda tersebut hingga cebok menggunakan uang. 

Pemuda kaya raya itu bernama Oey Tambahsia. Pada sejarah Jakarta yang dituliskan Buku Kisah Jakarta Tempo Doeloe, Putra dari konglomerat Batavia itu menjadi orang terkaya di Jakarta

Pemuda keturunan pedagang besar Cina itu mengusai sejumlah harta warisan ayahnya Oey Thoa di Jakarta dan Tangerang yang terkenal di era 1837.

Sayangnya, berbeda dengan ayahnya Oey Thoa yang dihormati warga, Oey Tambahsia berperingai buruk.

Selain dikenal tidak memiliki tatak rama, Oey Tambahsia juga dikenal kerap menculik gadis-gadis di Batavia

Dalam Sejarah Jakarta yang ditulis Intisari, putra ketiga dari empat bersaudara itu kerap menghambur-hamburkan harta keluarganya. 

Di usia 17 tahun, ia kerap mengikuti lelang. Bahkan satu waktu ia mengikuti lelang hingga f 10.000 untuk sebuah meja tulis kayu yang dibuka dengan harga f 100.

Sifat boros Oey Tambahsia bukan hanya itu. Dikabarkan pria yang kerap mengendarai kuda dengan baju sutra itu kerap buat geger Batavia lantaran membersihkan diri dengan lembaran uang kertas usai buang hajat. 

Oey Tambahsia kerap membersihkan bagian tubuhnya menggunakan uang kertas usai buang hajat di Kali Toko Tiga di depan rumahnya. Alhasil, sejumlah warga berkelahi untuk memperebutkan uang bekas hajat Oey Tambahsia yang dibuang oleh orang kaya Batavia tersebut. 

Nama Oey Tambahsia juga tenar lantaran dikenal kerap menculik gadis-gadis Batavia. Karena hal itu, orang tua saat itu kerap memingit anak gadis mereka agar tidak menjadi korban kebengisan Oey Tambahsia

Pernah satu waktu, Oey Tambahsia dikabarkan menculik istri seorang tukang kelontong. Istri tukang kelontong itu dibawanya ke rumah khusus tempat menyimpan wanita-wanita yang diburunya di kawasan Ancol. 

Tempat bernama Bintang Mas itu menjadi tempat favorit Oey Tambahsia memuaskan birahinya dengan gadis-gadis atau wanita-wanita yang berhasil diculik. 

Kelakuan Oey Tambahsia membuat keluarga terutama ibunya khawatir dan meminta pemuda itu menikah. 

Baca juga: Sejarah Jakarta: Susupkan Mata-mata Jadi Cara Ali Sadikin Benahi Transportasi Umum

Saat menikahi wanita yang dipilihnya sendiri, ternyata tidak membuat Oey Tambahsia berubah. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved