UMKM

Sale Pisang Produksi UMKM Binaan bjb Tembus Pasar Luar Negeri

Widi Hartoto, menjelaskan pihaknya akan selalu mendukung apa yang menjadi rencana-rencana dari pihak Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Garut

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Pelepasan perdana produk UMKM binaan bank bjb untuk ekspor ke Malaysia, Senin 26/9/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM,-- PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk (bank bjb) kembali sukses melahirkan UMKM binaan yang mampu mengekspor produk ke luar negeri.

Kegiatan pelepasan perdana produk UMKM binaan bank bjb untuk ekspor ke Malaysia telah dilakukan Bupati Garut, Rudy Gunawan, dan turut menyaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, para kepala SKPD, BUMD, Branch Business UMKM bank bjb KC Garut, Manager Sentra UMKM Priangan Timur bank bjb pada Senin 26/9/2022)

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, menjelaskan pihaknya akan selalu mendukung apa yang menjadi rencana-rencana dari pihak Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Garut.

Pihaknya  juga bekerjasama berkolaborasi dengan Indag untuk memajukan UMKM dengan dukungan maksimal. 

Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Siap Bawa UMKM Naik Kelas Usai Dikukuhkan Mendag Jadi Ketua Dewan Pakar Apmiso

"Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan dan pelaksanaan program bank bjb, yaitu bjb Go Global, dimana bank bjb mendorong pelaku UMKM binaan untuk memasarkan produknya ke luar negeri," ujar Widi melalui keterangan persnya, Selasa (27/9/2022)

Widi mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi pelaku UMKM baik binaan bank bjb atau pelaku UMKM lainnya untuk ikut serta memasarkan produk unggulannya ke luar negeri, sehingga pada masa pasca pendemi ini perekonomian kabupaten Garut dapat lebih menggeliat lagi. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rudy Gunawan mengatakan bahwa ekspor produk Garut ke luar negeri merupakan sebuah peluang yang sangat terbuka lebar.

Namun ia mengingatkan bahwa pasar ekspor ini memiliki banyak pesaing yang luar biasa, dari mulai sisi kualitas, harga, dan dari sisi kontinuitas. Sehingga ia berharap dinas terkait bisa memberikan sesuatu pandangan mengenai ekspor ini.

Baca juga: Pemkab Karawang Selamatkan Pelaku UMKM di Daerah Miskin, Distribusikan Bantuan Senilai Rp 1 Miliar

"Tentu saya memberikan penghargaan kepada dinas teknis yang telah memberikan usaha-usaha untuk pemasaran baru di luar negeri, tinggal dianalisis apakah mempunyai keuntungan besar, apakah bisa bertahan atau tidak, tetapi bagaimanapun ini adalah usaha yang luar biasa patut kita apresiasi dan kita kembangkan terus untuk usaha-usaha lain. Saya berharap peluncuran ekspor perdana sale pisang ke Malaysia ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut," kata Rudi sebagaimana dikutip dari Jabarprov.go.id.

Direktur PT Lestari International Group selaku pihak eksportir, Kurniawan Seviyana, mengatakan untuk ekspor perdana ini akan mengirimkan 2.600 bal sale pisang dengan nilai order sebesar 416 juta rupiah per minggu dan ketika ditotalkan nilai orderannya dapat mencapai angka 1,7 miliar rupiah.

"Alhamdulilah sekarang kita bisa ekspor langsung, khususnya sale dari Garut full satu kontainer, di mana sebelumnya kita itu cuma beberapa produk aja yang di Garut yang kita ambil, biasanya kita ekspor di Ciamis. Tapi mulai Insya Allah nanti hari Rabu kita dimulai ekspor perdana dari Garut, ini kita rencana kontinyu," katanya.

Untuk ekspor ini sendiri, imbuh Kurniawan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, dua diantaranya memiliki sertifikasi halal dan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Baca juga: Pamerkan Produk UMKM, Indonesia Bawa Pulang Rp23,3 Triliun dari China-ASEAN Expo 

"Jadi tinggal kemampuan di pihak UKM sini mampu gak untuk memenuhi orderan tersebut gitu, memang ada rencana dari pihak IKM sendiri pak Agus untuk meningkatkan produksi dengan bantuan nanti dari bank bjb, juga dari pihak Indag," imbuhnya.

Sementara pelaku usaha dari IKM Sale Pisang Mubarok, Kustiawan Rasyid yang dikenal sebagai Agus Sale selaku IKM binaan bank bjb, menyampaikan bahwa pihaknya bisa memproduksi 150 bal sale pisang perhari.

Selain itu, ia juga mengungkapkan untuk memenuhi orderan dari pihak Malaysia, dirinya akan bekerjama dengan beberapa IKM lain termasuk juga berkolaborasi dengan Disperindag ESDM Garut agar kontinuitas produk bisa terus terpenuhi.

"Alhamdulilah bisa memajukkan banyak IKM-IKM di sini. Saya  ngga bisa sendiri, jadi kita ada gabungan IKM dari berbagai tempat karena tidak bisa memasok dengan sejumlah banyak segitu," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved