Pria Asal Ciamis Ini Ingin Bertemu Jokowi Tanyakan Penyebab Anjloknya Harga Hasil Tani

Petani asal Ciamis, Jawa Barat ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengetahui penyebab anjloknya harga hasil tani di pasaran.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Mus, petani asal Ciamis, Jawa Barat ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengetahui penyebab anjloknya harga hasil tani di pasaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, SENAYAN - Ribuan massa aksi dari elemen petani, buruh, hingga mahasiswa yang bergabung  lakujan aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/9/2022.

Pantauan Wartakotalive.com, sekira pukul 14.30 WIB, ribuan petani dari berbagai macam daerah di Indonesia berkumpul, untuk lakukan aksi unjuk rasa peringati Hari Tani Nasional 2022. 

Salah satu petani asal Desa Kawali, Ciamis, Jawa Barat bernama Mus (53) ikut lakukan aksi unjuk rasa karena keluhkan harga hasil bumi yang semakin turun. 

Pria memakai baju merah tersebut, mempertanyakan hasil bumi semakin tahun harganya bisa turun drastis. 

Baca juga: Ikut Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR, Petani Asal Garut Ini Menangis Harga Hasil Bumi Anjlok

"Iya saya nanem jagung, ubi, pisang, itu semua harganya turun, saya kan bingung hanya petani," ujar Mus di Gedung DPR RI, Selasa (27/9/2022).

Mus ingin mempertanyakan kepada pemerintah, Profesi sebagai petani di kampung halaman semakin terpuruk. 

"Kalau bisa ketemu pak presiden, aku mau nanya, kenapa petani semakin terpuruk ya, padahal yang di kota seperti ini, mayoritas hasil buminya ya dari kami ini petani, namun kenapa kami tidak makmur ya," ujar Mus. 

Mus sampaikan, bahwa dikampung halamannya di Ciamis, saat ini menjadi petani, perlu modal besar. 

Baca juga: Buruh, Petani dan Mahasiswa Bersatu Tolak Kenaikan Harga BBM, Ribuan TNI-Polri Siap Mengadang

"Sekarang jadi petani, modalnya besar, tapi daya jual turun, harga juga naik turun tidak tahu sampai kapan, miris sekali pokoknya,"tutur Mus. 

Pria berumur 53 itu menceritakan, salah satu hasil buminya yaitu Ubi, saat ini harganya turun menjadi 1.000 per kilogramnya. 

"Aku kan banyak nanem ya, pisang, singkong, sama ubi, tapi ubi masa sekarang sampai harga 1000 pe kilogram, sebelumnya turun juga di harga 2.000 per kilogramnya," tutup Mus. Alfian Firmansyah (M32)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved