Penganiayaan

Oknum PNS yang Diduga Aniaya 2 Wartawan Bantah Sekap dan Paksa Minum Urine

Oknum PNS yang diduga menganiaya 2 wartawan membantah menyekap, mencekoki miras dan memaksa minum air urine kepada 2 wartawan

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Muhammad Azzam
Tim kuasa hukum Oknum PNS yang diduga menganiaya 2 wartawan membantah telah menyekap, mencekoki miras dan memaksa minum air urine. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga menganiaya 2 wartawan melalui tim kuasa hukumnya membantah telah melakukan penyekapan, mencekoki minuman keras, dan memaksa minum air urine kepada 2 wartawan di Karawang, Jawa Barat.

Hal itu diutarakan kuasa hukum oknum PNS tersebut, Simon Fernando Tambunan kepada awak media di Karawan, Selasa (27/9/2022).

Simon yang didampingi anggota tim kuasa hukum lainnya dibawah Kantor Hukum Johnson Panjaitan and Partner menegaskan bahwa pernyataan Gusti Sevta Gumilar di sejumlah pemberitaan adalah tidak benar dan sangat berlebihan.

"Di sini kami tegaskan bahwa peristiwa penyekapan, pemaksaan minum miras dan air seni itu tidak ada," katanya

Dia mengungkapkan, Gusti tidak memaparkan secara jelas kronologi awal penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Akan tetapi menceritakan penggalan-penggalan cerita, yang seolah-olah seperti kejadian menyeramkan.

Baca juga: Polres Karawang Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penculikan dan Penganiayaan Dua Wartawan

"Jadi kasus ini dipotong-potong per bagian sadistik. Terkait peristiwa utuhnya apa dia menjelaskan awal mulanya sehinga dia mendapat perlakuan yang dia nyatakan itu," ungkap dia.

Dijelaskannya, kejadian itu bukan karena persoalan tugas jurnalistik.

Persoalan terjadi berawal dari sejumlah postingan media sosial Zaenal yang berisi provokasi terhadap klub sepak bola Karawang Persika 1951 maupun pribadi kliennya.

Atas postingan itu banyak masyarakat khususnya suporter yang kesal dan mencari keberadaan Zaenal.

Baca juga: Lokasi Penculikan dan Penganiayaan Wartawan Dilakukan di Bekasi Kantor PSSI, Ditutup Garis Polisi

"Karena ini sudah enggak bisa terkontrol lagi. Maka klien kami ingin bertemu Zaenal dan Junot (Gusti) sendiri yang menawarkan untuk berangkat menjemput Zaenal. Memang beberapa insiden ada di situ, tapi bukan oleh klien kami, bahkan bukan seizin klien kami karena ada banyak orang di situ," ungkap dia.

Atas pernyataan itu juga, kata Simon, pihaknya telah melaporkan Gusti ke Polres Karawang terkait kabar bohong yang membuat onar dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/ 1795/ IX/ 2022/ SPKT/ POLRES KARAWANG/ POLDA JAWA BARAT.

Dia juga berharap agar kepolisian bekerja secara profesional dan jangan karena tekanan publik.

"Hari ini saya mau titip pesan untuk kepolisian beberapa waktu belakangan ini hukum terlihat tidak berwibawa oleh tekanan publik. Saya engga mau itu terjadi di Karawang. Lakukan secara normatif, periksa sebenarnya dengan cara-cara yang ditentukan, dan kami sampaikan terima kasih kepada kepolisian yang mungkin sudah lelah tapi tetap bisa konsisten dalam tracknya," tandasnya.

Baca juga: Kronologi Penculikan 2 Wartawan, Katanya Disuruh Pejabat Karawang Usai Launching Persika 1951

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved