Breaking News:

Ketua IPW Minta DPR Bebaskan Rakyat Masuk Lewat Gerbang Depan Atau Belakang

Sugeng menyebut selama ini tidak ada larangan untuk masuk ke DPR dari gerbang manapun.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso datang ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, lewat gerbang belakang. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso datang ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, lewat gerbang belakang.

"Karena ada demo, sudah diberitahu bahwa enggak ada soal toh, anggota DPR yang lain pun lewat belakang."

"Kalau saya disuruh lompat pagar, ya saya juga protes lagi," kata Sugeng usai diperiksa MKD DPR, Selasa (27/9/2022).

Sugeng menyebut selama ini tidak ada larangan untuk masuk ke DPR dari gerbang manapun.

"Saya itu sudah dua tahun tidak ke sini (Gedung DPR). Dulu-dulu juga saya masuk di depan."

"Yang terakhir waktu panggilan pengaduan Pak Mahfud, saya dari depan, enggak apa-apa, saya tunjukkan undangan, masuk," ungkapnya.

Baca juga: Cari Second Opinion Pastikan Gubernur Papua Lukas Enembe Benar-benar Sakit, KPK Gandeng IDI

Sugeng meminta jangan sampai ada lagi larangan bagi rakyat, termasuk dirinya, untuk masuk Kompleks Parlemen Senayan.

"Depan atau belakang itu harus diberikan hak rakyat untuk bisa bebas mengakses rumah rakyat ini."

"Ini bukan miliknya kesekjenan, bukan milik institusi DPR, ini milik rakyat. Rakyat harus diperlakukan dengan rasa hormat."

Baca juga: Lukas Enembe Mengaku Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan di Hadapan Penyidik, Bukan di Ruang Publik

"Bukan hanya IPW saja, tapi semua, bahkan seorang rakyat yang bersandal jepit pun harus dilayani, karena dia rakyat, tidak boleh didiskriminasi dan diperlukan tanpa rasa hormat," papar Sugeng.

Sebelumnya, Sugeng Teguh Santoso membatalkan kehadiran ke MKD,  sebagai saksi soal aduan dari anggota DPR yang merujuk temuan IPW terkait adanya nama-nama tertentu yang meminjamkan private jet kepada Brigjen Hendra Kurniawan.

Sugeng mengatakan dirinya mendapatkan diskriminasi perlakuan dan sikap tidak hormat pimpinan DPR, pada warga negara yang akan memasuki Gedung DPR melalui pintu depan.

Baca juga: Kasus Sudrajat Dimyati Jadi Pintu Masuk KPK Usut Suap Perkara Lain di Mahkamah Agung

"Pasalnya, pintu masuk depan hanya diperuntukkan kepada anggota dewan saja," ungkap Sugeng

Sugeng mengatakan komunikasi dengan staf MKD DPR sudah berjalan sejak 23 September lalu.

"Dalam komunikasi tersebut, IPW menegaskan akan hadir. Kesediaan hadir IPW adalah sebagai wujud penghormatan IPW pada tugas MKD," ucapnya.

Baca juga: KPK Pertimbangkan Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Asal Datang Dulu ke Gedung Merah Putih

Namun, kata Sugeng, saat memasuki pintu depan Gedung DPR, dirinya mengaku dihalangi oleh Pamdal dan dilarang masuk.

"Larangan itu karena ada perintah dari Ketua DPR dan Sekjen DPR bahwa tamu harus lewat pintu belakang."

"Padahal saat mau masuk ke Gedung DPR, Ketua IPW sudah menunjukkan surat undangan dari DPR RI yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPR RI/Korkesra Muhaimin Iskandar," bebernya. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved