Berita Jakarta

Buntut Bentrok Warga dari Lima Desa dengan Pekerja Tambang, Kapolri Didesak Sikat Habis Mafia Tanah

Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum (ARPKH) Kabupaten Bungo meminta Kapolri menangkap pihak-pihak yang terlibat aksi mafia tanah di Bungo

Editor: Feryanto Hadi
Tribun Jambi
ILUSTRASI: Warga Rantau Pandan Bungo Blokir Jalan Utama PT KBPC beberapa waktu lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Keadilan dan Hukum (ARPKH) Kabupaten Bungo berencana menggelar aksi unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta.

Mereka ingin menyampaikan aspirasi mengenai permasalahan pelik yang terjadi di wilayah mereka.

Aksi demonstrasi rencananya akan dilakukan di dua tempat, yakni di depan gedung Mabes Polri Jakarta Selatan dan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Rabu (28/9/2022) pagi.

Konflik agraria antara warga dan pemodal di kawasan itu, telah menyebabkan terjadinya bentrok.

Warga dari lima desa disebutkan terlibat bentrok dengan pekerja dari perusahaan tambang yang beroperasi di sana.

Marwan Syaputra selaku koordinator aksi tersebut menyatakan, permasalahan yang berkepanjangan akibat konflik itu telah 'memakan korban'

Baca juga: Mimpi Presiden Jokowi Memindahkan IKN tak Mudah, Mafia Tanah Kuasai Lahan Fasilitas Pendukung

Seorang warga, kata dia, bernama Atok, bahkan diseret ke meja hijau dengan tuduhan perusakan, saat terjadinya keributan itu.

"Pada bentrok antara warga lima desa di Kabupaten Bungo dengan pekerja tambang PT KBPC, diduga telah terjadi kriminalisasi kepada salah satu tokoh pemuda Batang Bungo," ujar Marwan melalui siaran persnya, Selasa (27/9/2022)

"Selain itu, laporan masyarakat terkait dugaan penyerobotan tanah oleh perusahaan juga tak kunjung mendapat kepastian hukum," imbuhnya.

Marwan menyebut, berbagai upaya sudah dilakukan demi mencari keadilan termasuk untuk mengungkap dalang di balik penyerobotan tanah.

Baca juga: Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum dari Presiden Jokowi dan Kapolri

Namun, upaya-upaya yang dilakukan selalu mental. Marwan menduga ada kekuatan besar yang melindungi praktik-praktif mafia tanah di Bungo.

Maka dari itu, kata Marwan, ia dan warga akan mengadukan masalah ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan melakukan aksi damai mendatangi kantor Mabes Polri.

"Kami akan melalukan aksi damai penyampaian aspirasi menuntut Bapak Kapolri untuk segera turun tangan langsung terkait adanya Indikasi dugaan praktik Mafia Tanah, dugaan praktik Mafia Hukum, dugaan penambangan ilegal di Kabupaten Bungo," ujarnya.

Dalam aksi sama, Marwan juga menyebut pihaknya mendesak kapolri untuk segera mencopot oknum penyidik di Polres Bungo.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved