Berkat Program JKN-KIS, Rianti Jalani Dua Kali Persalinan Caesar Tanpa Biaya

Tri Puji Rianti peserta JKN-KIS memanfaatkan program JKN-KIS untuk proses dua kali persalinan dua putranya secara caesar tanpa dikenakan biaya.

istimewa
Berkat program JKN-KIS, Rianti yang merupakan peserta JKN-KIS jalani dua kali persalinan caesar tanpa biaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKASA – Tidak pernah terpikirkan oleh Tri Puji Rianti (33) ketika pertama kali mendaftarkan diri menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada tahun 2014.

Ternyata, program ini akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam kehidupannya. Saat itu, ia juga tidak membayangkan bahwa menjadi peserta JKN-KIS merupakan salah satu cara untuk mengalihkan risiko finansial di kala biaya pelayanan kesehatan makin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi di dunia kesehatan.

Ibu dari dua orang anak ini mengungkapkan apresiasinya terhadap Program JKN-KIS. Rianti sudah menjalani dua kali proses persalinan pada tahun 2018 dan 2020 dengan memanfaatkan program yang mengusung prinsip gotong royong ini.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa persalinan secara caesar memerlukan biaya yang tidak sedikit, namun berkat Program JKN-KIS, ia tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk membayar biaya rumah sakit. Karena itu, ia bersyukur sekali sudah menjadi peserta JKN-KIS.

“Bersyukur sekali sudah menjadi peserta JKN-KIS dari awal program tersebut ada. Manfaat yang diberikan sangat terasa, apalagi pada saat saya menjalani proses’ melahirkan kedua putra saya. Keduanya harus dilahirkan secara Caesar,” ungkap Rianti beberapa waktu lalu.

“Bisa dibayangkan berapa biaya yang perlu saya keluarkan. Tapi, dengan adanya JKN-KIS ini, saya tidak perlu membayar biaya persalinan karena sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan, termasuk biaya perawatan sebelum dan sesudah proses persalinan. Sungguh luar biasa program ini,” tambah Rianti yang terdaftar dalam segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan hak kelas rawat kelas I ini.

Rianti juga memuji inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Ia teringat ketika kelahiran putra pertamanya, suaminya harus menghubungi bagian kepegawaian di kantornya untuk membantu mendaftarkan putra pertamanya ke dalam Program JKN-KIS.

Berbeda pada waktu kelahiran putra keduanya, proses pendaftaran kepesertaan JKN-KIS putra keduanya diurus langsung oleh rumah sakit.

Rianti dan suaminya hanya diminta untuk melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan, seperti Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.

“Dari waktu ke waktu, kualitas layanan bagi peserta JKN-KIS terus meningkat. Tentunya selain kualitas layanan yang terus ditingkatkan, saya berharap program ini terus ada mendampingi seluruh penduduk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatannya,” ucapnya.

Rianti berharap, manfaat dari Program JKN-KIS juga bisa dirasakan oleh banyak keluarga lainnya di Indonesia.

“Melalui program ini bisa terlihat bagaimana budaya gotong royong bangsa Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap sesama,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved