Berita Jakarta

Barikade Gusdur Laporan ke Bawaslu, Ada Tabloid Berisi Soal Anies Baswedan Disebar Saat Salat Jumat

Barikade Gusdur laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait adanya tabloid dengan headline 'Mengapa Harus Anies' beredar saat warga Salat Jumat

Editor: Panji Baskhara
Twitter
Ilustrasi: Barikade Gusdur melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait adanya tabloid dengan headline 'Mengapa Harus Anies' dan puja-puji serta propaganda pencapresan Anies Baswedan beredar di Masjid. 

Anies Baswedan Tertawa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya memberikan jawaban singkat saat ditanya ihwal penyebaran tabloid 'Mengapa Harus Anies'.

Diketahui, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi melaporkan Anies ke Bawaslu RI karena tersebarnya tabloid bertajuk 'Mengapa Harus Anies' di beberapa masjid di daerah Malang tempo hari lalu.

Anies tidak mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke Bawaslu RI.

Alih-alih menjawab, ia malah tertawa.

"Hahaha. Memang ada laporan itu?" kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).

Politikus non partai politik itu enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

Anies mengaku fokus menyelesaikan masa baktinya sebagai kepala daerah hingga 16 Oktober mendatang.

"Saya ngurusin Jakarta dulu deh. Belum ngurusin yang lain," imbuhnya.

Sebagai informasi, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bawaslu RI.

Adapun laporan tersebut terkait tersebarnya tabloid bertajuk 'Mengapa Harus Anies' di beberapa masjid di daerah Malang tempo hari lalu.

"Kita hari ini melapor ke Bawaslu RI terkait dengan dugaan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies, pendukung anies Baswedan di Kota Malang," kata Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi Miartiko Gea.

Miartiko menilai, Anies dan pendukungnya telah melanggar tahapan pemilu.

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum resmi membuka tahapan pemilihan umum sejak 14 Juni 2022.

"Kami melihat bahwa ini menjadi salah satu poin pelanggaran karena tahapan pemilu kan sudah mau mulai. Maka, kami dari Kornas PD anggap ini masuk kategori pelanggaran pemilu. Lalu kami melaporkan ke Bawaslu RI untuk mulai diproses," ujarnya.

(Wartakotalive.com/CC/M35)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved