Usai Direvitalisasi, Anies Baswedan Tegaskan TIM Tidak Boleh Dijadikan Tempat Komersialisasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa Taman Ismail Marzuki (TIM) tidak boleh dijadikan tempat komersialisasi setelah kembali dibuka.

WartaKota/Leonardus Wical Zelena Arga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa Taman Ismail Marzuki (TIM) tidak boleh dijadikan tempat komersialisasi setelah kembali dibuka. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali dibuka, setelah melalui proses revitalisasi sejak tahun 2019.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa TIM tidak boleh dijadikan tempat komersialisasi.

"Komersialisasi artinya tidak dijadikan tempat mencari untung. Jadi walaupun kita investasi Rp 1,4 triliun, tapi kami tidak mencari pendapatan untuk menutupi investasi Rp 1,4 triliun tersebut," ujar Anies, pada Senin (26/9/202).

Baca juga: Anies Baswedan Klaim Penyaring Sampah di Kali Ciliwung Terobosan Pertama di Indonesia

Saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Anies menggambarkan hal tersebut sama halnya saat membangun stadion lapangan bola dengan standar FIFA, itu tidak dikomersialkan.

Anies menegaskan, hal itu berarti tidak untuk disewakan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, untuk TIM sendiri tidak disewakan untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Anies Baswedan Inginkan Masyarakat yang Butuh Pelayanan Kesehatan Tidak Perlu Keluar Negeri

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan subsidi bagi para seniman yang ingin tampil di TIM.

"Kami sudah menyiapkan Rp 28 miliar hingga akhir tahun 2022, untuk mendukung seniman di Jakarta," ujar Anies.

Anies pun berharap, dengan tidak adanya komersialisasi di TIM, Pemprov DKI Jakarta mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan seni di DKI Jakarta. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved