Sidang Narapidana Terorisme

Sidang Napiter di PN Jaktim Hadirkan Delapan Saksi yang Melihat Pembedahan di Kediaman Terdakwa JI

Terdakwa dari anggota organisasi JI jalani sidang secara tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (26/9/2022).

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Rendy Rutama Putra
Kuasa Hukum Farid Okbah, Iskandar, menjelaskan delapan saksi tersebut merupakan orang yang saat pembedahan di kediaman para terdakwa, mereka menyaksikan secara langsung. 

WARTAKOTALIVE.COM, PENGGILINGAN - Sidang narapidana terorisme (napiter) dengan terdakwa dari anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) yakni Farid Okbah yang digelar pada Senin (26/9/2022) menghadirkan total delapan saksi.

Menurut kuasa hukum Farid Okbah, Iskandar, delapan saksi tersebut merupakan orang yang saat pembedahan di kediaman para terdakwa.

Iskandar menegaskan bahwa delapan saksi itu menyaksikan secara langsung pembedahan di kediaman para terdakwa.

"Hari ini adalah saksi-saksi menyaksikan pembedahan di rumah ketiga ustaa, yaitu pak Farid, pak Zein, dan ustaz Anum," kata Iskandar.

Sidang yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Penggilingan, Jakarta Timur, itu sempat diterapkan waktu istirahat hingga dua kali, yakni sekira pukul 11.30 WIB dan juga 15.30 WIB.

Baca juga: Ali Imron, Pelaku Bom Bali I Kini Aktif Kampanyekan Deradikalisasi Pada Narapidana Terorisme

Baca juga: Densus 88 Bekuk Teroris Jamaah Islamiyah di Magetan, Pernah Ditahan Militer ISIS di Suriah

Baca juga: PERAN 11 Tersangka Teroris Jamaah Islamiyah yang Diciduk di Aceh, Banyak yang Ikut Latihan Menembak

Selain itu, para saksi yang dihadirkan juga  tidak secara langsung memberikan penjelasan secara menyeluruh, namun dibagi sesuai waktu yang sudah diatur. 

"Saksi itu berjumlah 6 orang yang sifatnya meringankan sesuai dengan fakta dan 2 saksi dilanjutkan sehabis waktu ashar," ujar Iskandar.

Iskandar menerangkan bahwa sidang akan rutin dilakukan sesuai waktu yang telah ditetapkan dan akan berakhir pada 9 Desember 2022.

"Setiap satu pekan ada dua kali persidangan, yaitu hari Senin dan Rabu," terang Iskandar.

Sidang yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB itu juga menghadirkan terdakwa lain, yaitu Anung Al-Hamat dengan agenda pemeriksaan saksi atas lanjutan perkara pendanaan organisasi JI.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal, menjelaskan alasan gelaran sidang secara tertutup, karena adanya ketentuan Undang-undang (UU) dan protokol kesehatan.

Selain itu, ketentuan publikasi identitas juga diharuskan ditegaskan Alex untuk dijaga kerahasiaannya.

BERITA VIDEO: Ernest Prakasa Bahas Soal Kondom dan Hubungan Intim di Luar Nikah

Sehingga, rekan media atau tamu yang datang ingin menyaksikan tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam ruangan sidang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved