Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Tol Jagorawi Jadi Tol Pertama di Jakarta

Dalam sejarah Jakarta, Tol Jagorawi menjadi tol pertama di Ibu Kota Jakarta. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Rangga Baskoro
Arus lalu lintas di Tol Jagorawi arah Bogor terlihat macet parah, Sabtu (20/6/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski kota yang tidak luas, Ibu Kota Jakarta memiliki ruas jalan tol yang cukup banyak. Dalam sejarah Jakarta, Tol Jagorawi menjadi tol pertama di Ibu Kota Jakarta. 

Sejarah Jakarta menulis Tol Jagorawi merupakan singkatan dari Jakarta-Bogor-Ciawi dan dirancang sepanjang 59 kilometer.

Jagorawi menjadi tonggak sejarah pembangunan jalan tol di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden ke-2 RI Soeharto pada 9 Maret 1978 atau 44 tahun silam. 

Tol Jagorawi menjadi ruas tol pertama di Jakarta. 


"Jalan Tol Jagorawi merupakan jalan terbaik yang kita miliki," ucap Soeharto saat meresmikan Tol Jagorawi kala itu. 

Dikutip dari Kompas.com titik awal pembangunan Tol Jagorawi di Jakarta dimulai titik di sekitar sungai yang dilintasi tol tersebut. 

Saat itu, pembangunan jalan tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini dibangun untuk menggerakkan perekonomian daerah sekitar Jakarta. 

"Dengan demikian, akan makin banyaklah daerah yang bangkit. Sehingga, makin luas pula jangkauan lapisan masyarakat yang dapat memperbaiki tingkat kehidupannya," ujar Soeharto

Jauh sebelum diresmikan, ide jalan tol pertama kali dicetuskan oleh Wali Kota (sekarang disebut Gubernur) Jakarta saat itu, Sudiro, tahun 1955 silam. 

Sudiro sendiri memimpin Kota Praja Jakarta Raya pada 1953-1960. Saat itu, dia mengusulkan jalan berbayar yang kelak dapat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Praja Jakarta Raya mendapatkan dana tambahan untuk pembangunan. 

“Pemerintah Daerah Kota Praja Jakarta Raya berusaha keras, karena pengeluarannya terus meningkat, padahal subsidi dari Pemerintah Pusat tetap terbatas,” terangnya. 

Bersama Badan Pemerintah Harian Kota Praja Jakarta Raya, Sudiro resmi mengajukan usulan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS). 

Ide pembangunan Tol Jagorawi ini muncul bersamaan dengan pembangunan jalan raya yang sekarang dikenal sebagai Jalan Sudirman-MH Thamrin. 

Namun, usul ini ditentang keras oleh DPRDS karena jalan tol dinilai akan menghambat arus lalu lintas (lalin). 

Baca juga: Viral Pengemudi Fortuner Todongkan Pistol di Tol Jagorawi, Polisi Tunggu Laporan Korban

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved