Kenaikan Harga BBM

Musti Pakai Surat, Nelayan di Pelabuhan Muara Angke Keluhkan Sulitnya Dapat Solar

Maryadi, nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara mengeluhkan sulitnya memperoleh solar lantaran harus menunjukkan surat-surat terlebih dahulu.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Maryadi (44), salah satu nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara mengeluh kerap kali kesulitan mendapatkan solar untuk kapalnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN - Maryadi (44), salah satu nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara mengeluh kerap kali kesulitan mendapatkan solar untuk kapalnya. Pria asal Indramayu, Jawa Barat ini merasa tidak ada keadilan dalam pendistribusian solar.

Lantaran, menurutnya kapal-kapal besar bisa mendapatkan solar, sementara nelayan sepertinya dirinya harus bersusah payah dan penuh perjuangan untuk mendapatkannya.

"Dampak kenaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) berat sekali ya untuk kami para nelayan, jika di pom solar per liternya Rp 6.800, maka buat nelayan kecil jadi Rp 7.800. Nelayan kecil dibebani. Kalau berangkat saya memerlukan 20 liter solar soalnya," ucap Maryadi saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi, Senin (26/9/2022).

Maryadi menuturkan, biasanya ia membeli bahan bakar di pengepul atau pom bensin. Tetapi, sekarang ini ia kerap kali kesulitan mendapatkan solar.

Baca juga: Kapolda Pastikan Demo Aksi Bela Rakyat 2 Tolak Kenaikan Harga BBM, Jumat Ini Berjalan Aman

Ia mengungkapkan, bahkan sekarang ini jika membeli solar di pom bensin, nelayan harus menyertakan surat-surat terlebih dahulu.

"Belum lagi dimintai surat-surat, padahal kami beli pakai uang sendiri. Bahkan, kalau pengecer beli di pom bensin harganya sudah beda lagi semakin mahal bisa Rp 10.000 per liternya," imbuhnya.

Sembari memperbaiki jaring ikan miliknya yang rusak akibat menyangkut di limbah-limbah perairan, Maryadi menceritakan bahwa menjadi nelayan banyak juga mengalami kendala.

Tak hanya kendala mendapatkan bahan bakar, pria yang mengenakan topi hitam ini juga kerap menghadapi persoalan lain, seperti mesin kapal yang rusak, jaring yang menyangkut, hingga tak dapat ikan sama sekali.

Baca juga: Pemkab Bekasi Gelontorkan Anggaran Rp 20 miliar Bantu Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM

Ke depannya, Maryadi berharap harga BBM bisa menurun. Sebab, dengan penghasilannya yang tak pasti membuat nelayan kecil sepertinya sangat terbebani.

"Saya berharap BBM bisa turun, Nelayan kecil seperti kami kesulitan. Saya perlu keadilan untuk semua pihak," jelas dia.

Pantauan Wartakotalive.com, Senin (26/9/2022) siang di Pelabuhan Perikanan Muara Angke terlihat perahu dan kapal-kapal besar bejejer. Aroma amis khas pesisir terasa begitu menyengat saat berada di kawasan pelabuhan.

Nampak, beberapa nelayan sibuk memindahkan ikan dari satu ember ke ember lainnya dan ada juga nelayan yang sedang mempersiapkan diri untuk mencari ikan. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved