Berita Ekonomi

Musim Mas Bantu Petani Sawit Swadaya Indonesia Sertifikasi RSPO Raih Penjualan Rp 11 Miliar

2.295 anggota asosiasi petani sawit di Sumut dan Riau yang ikuti pelatihan petani sawit bersertifikat RSPO catat transaksi Rp 18,7 miliar.

dok. Musim Mas
Pelatihan budidaya kelapa sawit yang baik dan benar oleh Musim Mas kepada para petani sawit swadaya Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Perusahaan Kelapa Sawit Musim Mas mengumumkan bahwa gabungan petani swadaya peserta program pelatihan petaninya telah berhasil menjual minyak sawit berkelanjutan bersertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) kepada pembeli internasional melalui platform perdagangan RSPO.

Sebanyak 2.295 petani swadaya anggota asosiasi petani di Provinsi Sumatera Utara (Rantauprapat), dan Provinsi Riau (Pelalawan, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu), berhasil meraup hampir Rp 11 miliar dari transaksi tersebut.

Bila digabungkan dengan penjualan pada tahun 2020 dan 2021, maka keempat asosiasi ini telah membukukan sebanyak Rp 18,7 miliar.

Asosiasi-asosiasi ini merupakan bagian dari program Training for Smallholders dan sertifikasi RSPO yang dimulai lima tahun yang lalu sebagai bagian dari Indonesian Palm Oil Development for Smallholders (IPODS).

Musim Mas mengembangkan IPODS bersama International Finance Corporation (IFC) sebagai upaya mendorong dan memberdayakan petani kelapa sawit swadaya mendapatkan sertifikasi dari RSPO yang diakui secara global.

Praktek pemupukan oleh asisten lapangan Musim Mas
Praktek pemupukan oleh asisten lapangan Musim Mas kepada para petani sawit swadaya Indonesia. Pelatihan ini bertujuan membuka akses petani swadaya melakukan penjualan minyak sawit ke pasar global melalui sertifikasi RSPO.

“Mendapatkan sertifikasi RSPO merupakan pencapaian penting bagi petani swadaya karena ini akan membuka lebih banyak pintu bagi mereka untuk menjual minyak sawit kepada pembeli global yang membutuhkan kelapa sawit berkelanjutan,” kata Manager of Independent Smallholder Musim Mas, Rudman Simanjuntak, Senin (26/9/2022).

Integrasi petani swadaya ke rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan

Rudman menyebutkan, bahwa petani swadaya mengelola 41 persen dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Menurutnya, mereka memainkan peran penting dalam produksi kelapa sawit untuk pasar domestik dan internasional.

“Mereka juga memegang kunci bagi peningkatan jumlah minyak sawit yang memenuhi standar keberlanjutan (RSPO dan ISPO),” ungkap Rudman.

Namun, lanjut Rudman, petani swadaya terkendala oleh kurangnya pengetahuan teknis dan akses terhadap bibit sawit yang berkualitas serta pembiayaan yang terbatas.

“Petani swadaya bergantung pada teman dan tetangga yang kebanyakan juga tidak mendapatkan pelatihan pertanian yang cukup,” ucapnya.

Untuk itu, Musim Mas melibatkan petani swadaya secara langsung dan memberikan pelatihan agronomis, akses terhadap bantuan finansial dan pasar global, serta pelajaran tentang persyaratan hukum.

Pelatihan ini menggunakan kurikulum komprehensif yang mencerminkan Prinsip & Kriteria (P&C) dari RSPO untuk membantu petani memperkecil kesenjangan antara kebiasaan bertani mereka dengan standar praktik yang menjadi syarat sertifikasi RSPO.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved