Habiburokhman: Sugeng Teguh Santoso Harusnya Kita Kasih Karpet Merah ke DPR

Habiburokhman memastikan bakal mengevaluasi mekanisme pengamanan masuk Gedung DPR.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburrokhman mengatakan, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso seharusnya diberikan karpet merah saat datang ke DPR. 

Menyikapi hal itu, Sugeng memilih langsung meninggalkan Gedung DPR dan urung hadir memenuhi undangan MKD.

Baca juga: Bilang Bisa Setop Kasus Lukas Enembe, ICW Nilai KPK Terlalu Berlebihan dan Diskriminatif

Padahal menurut Habiburrokhman, Sugeng telah menerima surat resmi dari MKD untuk datang.

"Undangan resmi kami berikan, tetapi ada insiden Pak Sugeng sudah baik-baik datang lewat gerbang depan, kok enggak boleh masuk oleh pamdal?"

"Macam-macam alasannya, katanya harus lewat belakang, kami juga enggak tahu," papar Habiburrokhman.

Baca juga: Hakim Agung Sudrajat Dimyati Jadi Tersangka, Jokowi Nilai Reformasi Hukum Urgen Dilakukan

Atas hal itu, Habiburokhman menyatakan akan melakukan koordinasi lebih jauh dengan Sekretariat Jenderal DPR yang bertanggungjawab pada tupoksi Pamdal.

Sebab menurut politisi Partai Gerindra itu, mekanisme penjagaan saat masuk ke Gedung DPR dinilai sulit, padahal kata dia, Gedung DPR merupakan rumah rakyat yang bisa diakses oleh siapapun.

"Saya juga akan panggil Sekjen DPR dalam waktu dekat ini, terkait prosedur masuknya tamu DPR ini."

Baca juga: Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas dan Dapat Kue Ultah dari Puan, Cak Imin Berdoa Minimal Jadi Wapres

"Kan DPR rumah rakyat, jangan dipersulit orang yang mau datang ke sini, apalagi orang yang mau membantu kerja-kerja DPR," paparnya.

Kendati begitu, Habiburokhman belum dapat memastikan kapan akan memanggil Sekjen DPR Indra Iskandar, sebab saat ini pihaknya masih akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pimpinan DPR RI.

"Ya saya koordinasi dengan pimpinan DPR RI," ucapnya.

Sekjen DPR: Bukan Diskriminasi

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso batal menghadiri undangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), karena tak diizinkan masuk Gedung DPR lewat gerbang depan.

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan, setiap tamu yang hendak masuk ke lingkungan DPR, harus melalui visitor management system (VMS).

Namun, lanjut dia, ada pengecualian bagi tamu tertentu yang sudah terkonfirmasi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved