Penganiayaan

Guru dan Jaksa di Karawang Baku Pukul, Keduanya Saling Lapor Polisi

Guru dan jaksa saling adu pukul di lingkungan sekolah di SMAN 5 Karawang. Keduanya sudah saling lapor ke polisi

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Tribunnews.com
Ilustrasi. Seorang guru SMAN 5 Karawang, Jawa Barat, diduga baku pukul dengan seorang jaksa. Peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah di SMAN 5 Karaawang. Atas peristiwa itu sang guru berinisial J dan jaksa berinisial T sudah saling lapor dugaan penganiayaan ke polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Seorang guru SMAN 5 Karawang, Jawa Barat, diduga baku pukul dengan seorang jaksa. Peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah di SMAN 5 Karaawang.

Atas peristiwa itu sang guru berinisial J sudah membuat laporan dugaan penganiayaan oleh oknum jaksa tersebut ke Polres Karawang.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy membenarkan perihal laporan tersebut. Tommy menyebut bukan hanya J guru yang melapor ke Polres Karawang. Namun jaksa berinisial T juga membuat laporan dugaan penganiayaan ke Polsek.

"Keduanya saling lapor, tentang penganiayaan," kata Arief, pada Senin (26/9/2022).

Atas laporan itu, kata Arief, akan melakukan gelar awal untuk mengambil sikap apakah laporan di Polsek Karawang Kota akan ditarik ke Polres Karawang.

Sebab keduanya saling lapor atas dugaan yang sama yakni penganiayaan.

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Pengacara Cantik Margaretha Elfrida Dihentikan karena Tak Cukup Bukti

"Nanti kita lihat apakah laporan di Polsek itu ditarik ke Polres karena perkara berkaitan, atau seperti apa," kata Arief.

Menurut Arief, untuk mendalami kasus ini pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Saksi sementara ini 3, saksi akan kami lakukan pemeriksaan pada hari ini," ujarnya.

Baca juga: Bersenjatakan Parang, Perkelahian Sekelompok Pemuda di Tanjung Priok Bikin Warga Meradang

Dari keterangan awal, peristiwa penganiayaan terjadi atas ketidaksukaan salah satu pihak terhadap status pihak lain di media sosial.

"Saat ini dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang Martha Parulina Berliana mengatakan, oknum jaksa yang adu pukul dengan guru itu bukan dari Kejari Karawang.

Baca juga: Tanya Celana yang Hilang di Jemuran, Warga Bireuen Aceh Tewas Ditusuk Setelah Terlibat Perkelahian

Namun ia membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah jaksa.

Dia juga menegaskan kasus perkelahian ini tidak berhubungan dengan kedinasan, melainkan urusan pribadi.

"Masalahnya adalah masalah pribadi. Tidak ada urusan kedinasan dan juga tidak ada kaitan dengan kewenangan," ujar Martha.

Baca juga: Terkait Penganiayaan Terhadap Siswa di SMKN 1 Jakarta, Ariza Sebut yang Bersalah Bakal Diberi Sanksi

Sementara Kepala SMAN 5 Karawang, Suandi membenarkan kejadian pemukulan tersebut kepada guru di sekolahnya.

"Iya benar kejadian di sekolah. Tapi engga tahu persis gimana kejadiannya," katanya. (MAZ) 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved