Virus Corona

33 Persen Penyintas Covid-19 Alami Long Covid, tapi Bisa Sembuh Diobati Tiga Hingga Enam Bulan

Gangguan kesehatan pada alat pernapasan pasca-Covid-19 pada sebagian pasien, bisa diobati dan sembuh seperti sedia kala. 

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril mengungkapkan, sekitar 33 persen pasien Covid-19 di Indonesia mengalami Long Covid. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril mengungkapkan, sekitar 33 persen pasien Covid-19 di Indonesia mengalami Long Covid.

Terkait hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K)s mengatakan, pasien Long Covid bisa sembuh total.

"Terkait data lengkap yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, memang fakta yang ditemukan," ujarnya dalam pertemuan Ilmiah Khusus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 'Strategy for Emergency Diseases : Key Role For Lung Herath di Jakarta, Sabtu (23/9/2022).

Dr Agus mengatakan, pihaknya pada 2021 melakukan riset dan menemukan long Covid-19, bahkan dengan prevalensi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 62,5 persen.

Di dalam riset tersebut, terdapat beberapa keluhan yang muncul. Pertama, pasien kerap merasa kelelahan. Kedua, keluhan pada paru-paru dengan gejala batuk dan sesak napas.

Ia pun memaparkan pengalaman sebagai dokter paru-paru. Di mana, pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tapi masih sering datang ke rumah sakit. 

Baca juga: Boyamin Ungkap Gubernur Papua Lukas Enembe Kerap Berjudi di Singapura, Malaysia, dan Filipina

"Hal ini dikarenakan masih terdapat keluhan menetap seperti batuk dengan napasnya yang sesak," paparnya. 

Sebenarnya, kata dr Agus, gangguan kesehatan pada alat pernapasan pasca-Covid-19 pada sebagian pasien, bisa diobati dan sembuh seperti sedia kala. 

Saat ini sudah ada pedoman dalam penanganan pasien Covid-19, dengan beberapa obat-obat yang tersedia di Indonesia.

Baca juga: Bilang Bisa Setop Kasus Lukas Enembe, ICW Nilai KPK Terlalu Berlebihan dan Diskriminatif

"Hasilnya, alhamdulillah beberapa data yang kami dapat dari rumah sakit, ditangani secara baik."

"Memang membutuhkan waktu sekitar tiga sampai enam bulan. Setelahnya bisa sembuh," beber dr Agus. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved