Berita Jakarta

Pemkot Jakbar Gandeng LK Betawi Gelar Hajatan Anak Yatim, Haji Bolot hingga Opi Kumis Ikut Menghibur

Kegiatan Hajatan Anak Yatim ini dalam rangka memperingati hari lebaran anak yatim yang jatuh pada tanggal 10 Muharam 1444 H.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko bersama Haji Bolot dan para seniman Betawi lainnya saat menghadiri Hajatan Anak Yatim di Kembangan, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pemkot Jakarta Barat berkolaborasi dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), menggelar acara bertajuk "Hajatan Anak Yatim" di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Sabtu (24/09) malam.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari acara sebelumnya yakni sunatan massal yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di kantor Walikota Jakarta Barat.

Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari lebaran anak yatim yang jatuh pada tanggal 10 Muharam 1444 H.

Kesenian lenong Betawi turut memeriahkan acara tersebut, dengan menampilkan para pemainnya antara lain, Opi Kumis, Haji Bolot, Azis Gagap, Madun Oseng, Mpo Tonah, Udin Nganga, Sabar Bokir dan Burhan.

Baca juga: Kuliner Jakarta: 10 Warung Sop Kambing Betawi Paling Enak di Jakarta Cocok untuk Makan Siang/Malam

Acara yang digelar tepatnya di Jalan Penyelesaian Tomang IV, Pasar Rawa Jabon, Meruya Utara, Jakarta Barat, dibanjiri masyarakat yang ada di Jakarta Barat.

Kegiatan dihadiri Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko, Para Camat, Lurah, asisten pemerintahan dan instansi di lingkungan Jakarta Barat, tak ketinggalan ketua umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang juga ketua umum PMI Jakarta Barat, H Beky Mardani.

“Hari ini kita merayakan hajatan anak yatim yang merupakan kolaborasi antar seluruh pihak elemen yang ada di Jakarta Barat, acara ini dimotori oleh Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), disamping untuk menghibur masyarakat yang mana masyarakat hampir kurang lebih dua tahun dibatasi segala aktivitasnya oleh adanya pandemi covid," ujar Yani Wahyu Purwoko.

"Dan pada hari ini sebanyak 32 anak yatim dari 8 Kecamatan kita lakukan sunatan secara massal, seharusnya bisa lebih, karena ini momennya sudah masuk sekolah, maka hanya ada 33 anak saja, selain sunatan massal kita juga memberikan santunan berupa bingkisan kepada 100 anak yatim yang lainnya," sambung Yani.

Baca juga: Marullah Matali, Pj Gubernur DKI Jakarta Paling Potensial, Putra Betawi Miliki Segudang Pengalaman

Sama halnya dengan hajatan tradisi Betawi pada umumnya, yakni acara resepsi dihadiri para tamu undangan dan mereka yang datang memberikan amplop berisi uang kepada pengantin Sunat.

Yang menjadi beda disini yaitu jumlah tamu undangannya sangat banyak, berasal dari semua lapisan masyarakat sekitar Jakarta Barat.

Yani menjelaskan, disamping kegiatan ini menghibur masyarakat jakarta barat tentu ini adalah simbol bentuk kepedulian terhadap anak yatim sekaligus juga dalam rangka untuk melestarikan kebudayaan betawi dan juga untuk menampilkan makanan makanan khas betawi.

“Jadi kita mengundang seluruh elemen untuk kondangan kepada anak yatim, mudah mudahan kegiatan ini kita bisa jadikan sebuah acara tahunan dan tentu acara ini juga kita program yang dapat meningkatkan perokonomian di sekitar kita,” jelasnya.

Baca juga: Umar Abdul Azis Apresiasi Patroli Skala Besar Polrestro Jakbar 

Yani juga menyampaikan, perkembangan budaya betawi di Jakarta Barat tentu tak lepas daripada pembinaan.

Dalam hal ini kerjasama dengan lembaga kebudayaan betawi, ada beberapa icon yang memang kita lakukan dengan menampilkan seni budaya Betawi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved