Pandemi Virus Corona

Mengejutkan, Dokter Paru Temukan 62,5 Persen Penyintas Covid-19 Mengalami Long Covid

Para penyintas Covid-19 mungkin kini banyak yang mengalami long covid, dengan berbagai gejala. Yang pasti kondisi kesehatan menjadi lemah.

Editor: Valentino Verry
bnpb
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto mengatakan penderita long covid di Indonesia mencapai 62,5 persen, mengakibatkan fasilitas kesehatan kini ramai dikunjungi penyintas Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona memang mulai menurun, dan kualitas virus Covid-19 sekarang juga tak mengerikan seperti dulu.

Namun, bagi orang yang pernah terpapar virus Covid-19 (penyintas), mereka umumnya mengalami long covid.

Mungkin sudah pada tahu bahwa penyintas banyak yang mengalami long covid.

Akan tetapi, tak banyak yang tahu seberapa besar penyintas yang mengalami long covid.

Menurut Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, ada sekitar 33 persen pasien Covid-19 di Indonesia mengalami long covid.

Terkait hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto pun beri tanggapan.

"Terkait data lengkap yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan memang fakta yang ditemukan," ungkapnya dalam acara pertemuan Ilmiah Khusus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 'Strategy for Emergency Diseases: Key Role For Lung Herath di Jakarta, Sabtu (23/9/2022).

Baca juga: Ini Alasan Epidemiolog Setuju Hipotesis Hepatitis Akut Disebabkan Long Covid-19 Ketimbang Adenovirus

Dr Agus pun mengatakan jika pihaknya pada tahun 2021 melakukan riset dan menemukan long Covid-19. Bahkan, dengan prevalensi yang lebih tinggi yaitu sekitar 62,5 persen.

Di dalam riset tersebut terdapat beberapa keluhan yang muncul. Pertama, pasien kerap merasa kelelahan. Kedua, yaitu keluhan pada paru-paru dengan gejala batuk dan sesak nafas.

Ia pun memaparkan pengalaman sebagai dokter paru-paru. Di mana, pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, tapi masih sering datang ke rumah sakit. 

Baca juga: Tiga Hipotesis Ini Jadi Dasar Epidemiolog Duga Hepatitis Akut Merupakan Bentuk Long Covid-19

"Hal ini dikarenakan masih terdapat keluhan menetap seperti batuk dengan nafasnya yang sesak," paparnya lagi. 

Sebenarnya, kata dr Agus gangguan kesehatan pada alat pernafasan pasca Covid-19 pada sebagian pasien bisa diobati dan sembuh seperti sedia kala. 

Saat ini sudah ada pedoman dalam penanganan pasien Covid-19 dengan beberapa obat-obat yang tersedia di Indonesia.

"Hasilnya, alhamdulillah beberapa data yang kami dapat dari rumah sakit ditangani secara baik. Memang membutuhkan waktu sekitar tiga sampai enam bulan. Setelahnya bisa sembuh," pungkas dr Agus.

Anak yang memiliki riwayat alergi sebelum terkena Covid-19 memiliki resiko 1,6 -2 kali lebih tinggi untuk mengalami long covid-19 dibandingkan anak yang tidak memiliki gejala atau riwayat alergi sebelum terkena Covid-19.
Anak yang memiliki riwayat alergi sebelum terkena Covid-19 memiliki resiko 1,6 -2 kali lebih tinggi untuk mengalami long covid-19 dibandingkan anak yang tidak memiliki gejala atau riwayat alergi sebelum terkena Covid-19. (Freepik.com)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved