Breaking News:

Kisah Para Penggawa Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Hingga Melaju ke Piala Dunia 2022

Keterbatasan fisik bukan hambatan untuk meraih prestasi seperti yang ditunjukkan para penggawa Tim Nasional (Timnas) sepak bola amputasi Indonesia.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Yulianto
Para punggawa Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia Amputasi 2022 di Turki pada 30 September hingga 9 Oktober 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Keterbatasan fisik bukan hambatan untuk meraih prestasi di Tim Nasional (Timnas) sepak bola amputasi Indonesia. Begitulah yang diungkapkan oleh kapten timnas bernama Aditya, saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (24/9/2022).

Aditya adalah salah satu pemain yang berhasil membawa Timnas sepak bola amputasi Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 2022. Ajang tersebut akan digelar di Turkiye Futbol Federasyonu Riva, Istanbul, Turki pada 30 September hingga 9 Oktober 2022.

Aditya menceritakan kisahnya bisa masuk dalam Garuda INAF -julukan Timnas sepak bola amputasi Indonesia.

Aditya yang berposisi sebagai playmaker itu mengatakan sebelumnya ia adalah pemain non-disabilitas. Namun karena mengalami cedera patah tulang yang begitu parah, kaki kanannya harus diamputasi pada 2019 lalu.

Ia menderita cedera ketika bermain sepak bola bersama tim kampusnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 2017. Kala itu, pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan tersebut mendapatkan tekel dari pemain lawan.

Baca juga: Jelang Tampil di Piala Dunia Sepak Bola Amputasi, Timnas Garuda INAF Matangkan Taktik

"Lalu, karena mengalami salah penanganan hingga akhirnya harus diamputasi pada tahun 2019," ujarnya, di Wisma Duta Wiyata, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu.

Kehilangan kaki kanan sempat meruntuhkan mimpinya untuk berkarier sebagai pesepakbola profesional. Namun, waktu terus bergulir hingga pria kelahiran 25 tahun silam itu bisa menerima kondisinya.

Semangat Aditya untuk kembali bermain si kulit bundar terus dipupuk dalam dirinya. Dengan penuh gairah, ia berusaha mencari informasi terkait sepak bola amputasi melalui media sosial (medsos).

Awalnya, Aditya hanya ingin menikmati keseruan bermain sepak bola bersama pemain-pemain disabilitas lainnya. Fun football, begitulah istilah populernya yang mana bermain sepak bola dengan maksud menyalurkan hobi sambil bersenang-senang.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Pemain Timnas Garuda INAF Main Tanpa Beban di Piala Dunia Sepak Bola Amputasi

"Setelah diamputasi, saya mengenal sepak bola amputee ini di medsos. Jadi niatannya untuk hanya sekadar fun gitu, main bola saja," kata dia.

Aditya kemudiam menemukan Indonesia Amputee Football atau INAF, yang dibentuk 3 Maret 2018. Mengenal INAF membuat dirinya ingin meneruskan mimpi sebagai pesepakbola profesional.

"Dan terus baca-baca juga INAF ini baru berdiri 2018, saya kebetulan 2019 diamputasi, ibaratnya merintis dari nol lagi, ya alhamdulillah makin ke sini karena memang banyak event, akhirnya saya memutuskan untuk mendalami gitu," ujarnya.

"Belajar lagi dari nol, sepak bola amputee ini, karena memang menarik gitu. Dari tumpuan, dari bermain itu berbeda, menggunakan tongkat, terus dari jumlah pemain, dari peraturan juga, banyak berbeda," sambung Aditya.

Baca juga: Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Waspadai Inggris di Fase Grup C Piala Dunia WAFF 2022

Setelah melewati berbagai seleksi, ia akhirnya masuk dalam daftar untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022 zona Asia Timur.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved