Berita Video

VIDEO Penipuan Berkedok Isi Saldo Dompet Digital di Konter Selular

Penipuan berkedok isi saldo dompet digital kembali terjadi di sebuah konter seluler kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK - Penipuan berkedok isi saldo dompet digital kembali terjadi di sebuah konter seluler kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Rekaman CCTV memperlihatkan aksi seorang pria mengenakan helm dan kemeja putih lengan panjang datang ke sebuah konter seluler.

Setelah itu, pria tersebut melakukan transaksi dengan penjaga konter dan pergi dengan meningkatkan sembuh handphone.

Tak lama, pria itu datang kembali untuk melakukan transaksi dan mengambil handphone yang ditinggalkan lalu kabur tanpa membayar.

Penjaga konter Dini menjelaskan, awalnya pelaku penipuan datang ke konter untuk isi saldo dompet digital pada Minggu (18/9/2022) pukul 22.00 WIB.

Namun, pelaku enggan membayar dengan alasan berhutang dan menitipkan satu unit telepon seluler sebagai jaminan.

Keesokan harinya pada Senin (19/9/2022) pukul 02.00 WIB, pelaku datang kembali untuk mengambil handphone yang ditinggalkan dan melakukan transaksi lagi.

Baca juga: VIDEO Siswi di Bogor Diduga Dilecehkan Oleh Gurunya Sendiri

Namun sebelum membayar biaya isi saldo dompet digital, pelaku malah kabur tanpa membayar.

"Jadi awalnya itu dia sebelumnya top up Dana, alasannya hutang terus dia ninggalin handphone," kata Dini saat dikonfirmasi di konternya, Sabtu (24/9/2022).

"Awalnya dia datang lagi untuk menebus handphonenya, yang kedua kalinya alasannya dia ngutang tapi enggak bayar udah dua kali kek gitu," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Sedang Menyelidiki Percobaan Bunuh Diri di Perlintasan Kereta Api Senen Jakarta Pusat

Akibat dari penipuan tersebut, Dini alami kerugian hingga Rp 505 ribu dan kasus tersebut tidak dapat diproses kepolisian karena angka kerugian kurang dari Rp 2 juta.

"Awalnya kan Rp 100 ribu, terus pas subuh bilangnya mau bayar. Enggak lama dia datang lagi ngutang lagi Rp 400 ribu terus malah enggak bayar," ungkapnya.

Dini mengaku, modus penipuan di tempatnya bekerja sudah terjadi dua kali dengan keseluruhan kerugian mencapai Rp 750 ribu. (m38)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved