Sains

Tiga Laboratorium UI Dipercaya Kemenkes Jadi Pusat Riset Vaksin dan Produk Bioteknologi OIC

Tiga laboratorium Universitas Indonesia dipercaya Kemenkes jadi bagian dari pusat riset vaksin dan produk bioteknologi OIC.

dok. Humas Universitas Indonesia
Laboratorium Bioanalisis UI-Daewoong Foundation (UI-DF) jadi bagian dari pusat riset vaksin dan produk bioteknologi OIC. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tiga laboratorium Universitas Indonesia (UI) dipercaya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjadi bagian dari laboratorium jejaring Organization of Islamic Cooperation (OIC) Center of Excellence (CoE) on Vaccine and Biotechnology Products atau pusat riset vaksin dan produk bioteknologi OIC.

Adapun ketiga laboratorium UI tersebut, yakni Laboratorium Bioanalisis Universitas Indonesia-Daewoong Foundation (UI-DF), Integrated Laboratory Research Center (ILRC), dan Laboratorium Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) yang didirikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Peluncuran laboratorium jejaring OIC-CoE ini dilakukan bersamaan dengan program COMSTECH-OIC Fellowship Program di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, pada Kamis (15/9/2022) lalu.

“Mari saling berkolaborasi, saya percaya pertemuan dan kerja sama dengan OIC ini menjadi awal yang baik untuk melakukan penelitian bersama tentunya dengan hasil yang baik. Saya berharap kesempatan ini semakin meningkatkan sistem kesehatan dunia untuk generasi yang akan datang,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan resmi Universitas Indonesia yang diterima Wartakotalive.com, Sabtu (24/9/2022).

gedung Integrated Laboratory Research Center (ILRC)
Integrated Laboratory Research Center (ILRC) yang merupakan salah satu laboratorium milik Universitas Indonesia menjadi bagian dari pusat riset vaksin dan produk bioteknologi OIC.

Kemenkes RI meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE dalam rangka mendukung tercapainya tujuan kemandirian dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi untuk kebutuhan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Sebelumnya, Indonesia telah ditunjuk sebagai Organization of Islamic Cooperation – Center of Excellence (OIC – CoE) on Vaccine and Biotechnology Products dalam Resolutions of the 6th Session of the Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) pada tahun 2017.

Pada konferensi tersebut, kerangka acuan pusat riset OIC dalam pengembangan vaksin dan produk bioteknologi di Indonesia disetujui dan diharapkan untuk segera dibuat.

Pada tahun 2018, OIC CoE secara resmi diluncurkan di Jakarta oleh Menteri Kesehatan dengan PT Biofarma sebagai OIC CoE Laboratory.

Guna meningkatkan kerjasama dan kapasitas peneliti di negara-anggota OIC, Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation of the OIC (COMSTECH) mengadakan program Fellowship For Research and Advance Training in Virology and Vaccine Technologies.

Melalui program ini, Kemenkes RI memberikan kesempatan kepada empat peneliti dari Mesir dan Pakistan untuk magang di Indonesia.

Saat peluncuran laboratorium jejaring OIC CoE ini, hadir Direktur Riset dan Pengembangan UI Munawar Khalil, S.Si., M.Eng. PhD., Kasubdit Perencanaan dan Pengembangan Riset UI, Dr. Andriansjah, M.Biomed, Direktur IMERI FKUI, Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp.A(K)), dan Kepala riset konvergensi IMERI FKUI, dr. Tommy Dharmawan, SpBTKV, Ph.D.

Hadir pula dalam pertemuan ini Kemenkes RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian BUMN, Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Negara Anggota OKI, Laboratorium Jejaring OIC CoE, Industri Farmasi, dan Peserta COMTECH-OIC Fellowship Program.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved