Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Susupkan Mata-mata Jadi Cara Ali Sadikin Benahi Transportasi Umum

Sejarah Jakarta mencatat cara mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin membenahi kesemrawutan transportasi umum di Jakarta.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Istimewa
Sejarah Jakarta:Ali Sadikin perbaiki sistem transportasi umum di Jakarta tahun 1974 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejarah Jakarta mencatat cara mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin membenahi kesemrawutan transportasi umum di Jakarta.

Diketahui Ali Sadikin menjadi satu di antara Gubernur Jakarta yang dikenal memiliki banyak terobosan dalam membangun kota metropolitan ini.

Pada sejarah yang tercatat, berbagai terobosan dilakukan Ali Sadikin dalam membenahi transportasi umum di Jakarta pada tahun 1974. 

Saat itu, Ali Sadikin menerapkan sistem karcis untuk mengatur 14 perusahaan bus kota.

Setiap bus kota memiliki 75 sampai 200 armada bus. Saat itu sistem rit masih berlaku. Setiap delapan jam sopir harus menyetorkan koin plus buku karcis. 

Namun, ternyata kebijakan tersebut dimanfaatkan oknum sopir dan kondektur yang curang. 

Pria yang kerap disapa Bang Ali itu mendapatkan laporan maraknya penumpang naik bus tanpa karcis alias membayar langsung ke sopir. 

Memasuki bulan kedua aturan karcis itu, Bang Ali kemudian menyusupkan mata-mata ke dalam bus.

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Anies Pertimbangkan Figur Ali Sadikin jadi Nama Jalan di Jakarta

Letnan Jenderal KKO itu menyusupkan polisi berpakaian preman untuk menjaring sopir dan kondektur nakal. 

Dikutip dari Buku Sejarah Angkutan Transportasi Jakarta Kepala Humas DKI saat itu Syariful Alam mengatakan mata-mata itu untuk mengatasi banditisme di dalam angkutan kota. 

Mulai dari sopir ugal-ugalan dan kekerasan kondektur. Sopir berdalih kebut-kebutan untuk mengejar rit karena gaji pokok yang seuprit.

Pengusaha layanan jasa bus mengatakan sengaja menciptakan sistem bonus rit dalam menggaji sopir. 

Hal itu sebagai upaya agar tidak ada sopir yang berdalih bolos di jam kerja.

Ali Sadikin sendiri mengatakan bahwa mata-mata di dalam bus semata-mata untuk pembinaan mental, pembangunan sistem transportasi bagi melayani kepentingan umum.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved