Polisi Tembak Polisi

Saksi Kunci Selesai Operasi, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Pastikan Digelar Selasa Depan

Adapun saksi kunci yang dimaksud adalah mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Istimewa
Brigjen Hendra Kurniawan selesai jalankan operasi di RS Bhayangkara, siap menjalani sidang kode etik lanjutan pada Selasa (27/9/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Saksi kunci dalam pelanggaran etik eks Karo Paminal Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan disebut telah selesai menjalani operasi.

Adapun saksi kunci yang dimaksud adalah mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin.

AKBP Arif ini pada beberapa waktu lalu dilaporkan sakit sehingga proses sidang kode etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan diundur pekan depan.

"Saya tanya juga, baru selesai operasi yang bersangkutan," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (24/9/2022).

Namun, belum diketahui penyakit apa yang diderita AKBP Arif.

Sehingga harus sampai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Saksi Kunci Masih Sakit, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Ditunda Pekan Depan

Atas hal tersebut, Dedi memastikan sidang etik Brigjen Hendra akan digelar pada pekan depan.

Untuk hari pasti sidang kode etik berlangsung masih belum diketahui.

"informasi yang saya dapat juga, terakhir insyaAllah untuk sidang kode etik Brigjen HK akan digelar minggu depan," katanya.

AKBP Arif dan Brigjen Hendra merupakan kedua tersangka kasus obstruction of justice dalam penanganan perkara Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Tentunya sangat tergantung pada kondisi. HK ini termasuk saksi kunci yang penting terkait obstruction of justice," kata Dedi.

"Kemudian ada Agus Nurpatria, kemudian dia baru memerintahkan yang ke bawah, ini harus diuji dalam persidangan," sambungnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Terima Dokumen Putusan Pemecatan Tidak Hormat dari Polri Hari Ini

Dedi mengatakan, penanganan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J harus diselesaikan secepat mungkin.

"Yang penting informasi yang saya dapat minggu depan. Sesuai arahan Bapak Kapolri harus cepat prosesnya," kata dia. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved