Isbat Nikah

Mayoritas Warga Nikah tidak Resmi, Pemkab Bogor Gelar Isbat Nikah untuk Legalitas Hukum

Seperti diketahui, mayoritas masyarakat Indonesia melakukan pernikahan siri. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah kerap menggelar isbat nikah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
warta kota/hironimus roni
Sebanyak 31 pasangan nikah siri di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, mengikuti isbat nikah, Jumat (23/9/2022). Acara ini digelar Pemkab Bogor untuk mengatasi banyak pernikahan siri. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Sebanyak 31 pasangan nikah siri di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, mengikuti isbat nikah pada Jumat (23/9/2022).

Isbat nikah ini digelar di halaman Kantor Desa Ciomas dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, Ketua Baznas, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), dan jajaran Pemkab Bogor.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan program isbat nikah untuk pasangan nikah siri ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemkab Bogor, dan seluruh stakeholder lainnya," kata Burhanudin, Jumat (23/9/2022).

Dia menjelaskan salah satu program Pancakarsa, terutama pada Karsa Bogor Berkeadaban, adalah adanya kegiatan sidang isbat nikah.

Kemudian ada juga kegiatan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Baca juga: Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani Menikah Siri Karena Belum Ada Restu Orangtua, Ajukan Isbat Nikah

“Kita mendorong jajaran perangkat daerah melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan di sini, diantaranya pengadaan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jalan lingkungan dan sebagainya," ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut Burhanudin, adalah isbat nikah untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari sisi kekuatan hukum.

Burhanudin mengungkapkan bahwa di Desa Ciomas baru 45 persen yang sudah menikah, punya surat nikah atau dicatat Pegawai Pencatat Nikah (PPN).

Baca juga: Pesulap Limbad Digugat Cerai Benazir Endang di PA Tigaraksa, Sebelum Cerai Ada Sidang Isbat Nikah

“Artinya mereka baru sah secara agama tapi belum secara negara. Supaya sah secara negara, maka harus mengacu pada Undang-Undang Perkawinan, yakni dicatatkan oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN),” terangnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved