Berita DPRD Kota Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor Usulkan Pelatihan Kerja Penyandang Disabilitas di Perubahan RAPBD 2022

Usulkan pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas dalam RAPBD 2022. Hal itu dilakukan Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Humpro DPRD Kota Bogor
Komisi IV DPRD Kota Bogor Usulkan Pelatihan Kerja Penyandang Disabilitas di Perubahan RAPBD 2022 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Komisi IV DPRD Kota Bogor Usulkan pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas dalam RAPBD 2022.

Komisi IV DPRD Kota Bogor, menggelar rapat kerja dengan mitra kerja beragendakan pembahasan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022, selama sepekan ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar mengungkapkan salah satu usulan komisi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor adalah meminta agar digelarnya pelatihan kerja bagi warga penyandang disabilitas.

Baca juga: Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan 3 Syarat Tram Bisa Beroperasi Optimal

Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas.

“Ya kita minta itu ada pelatihan kerja untuk teman-teman penyandang disabilitas di anggaran perubahan ini,” ujar Karnain, Jumat (23/9).

Menurut Karnain, pelatihan kerja ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas.

Karnain Asyhar menjelaskan, didalam pasal 60 dan pasal 61, Pemerintah Kota Bogor menjamin proses rekrutmen, penerimaan, pelatihan kerja, penempatan kerja, keberlanjutan kerja, dan pengembangan karir yang adil dan tanpa diskriminasi kepada Penyandang Disabilitas.

“Jadi sesuai amanat perda, pelatihan ini harus segera disediakan oleh Disnaker," ujar Karnain Asyhar.

Baca juga: Mahasiswa Bakar dan Robohkan Gerbang DPRD Kota Bogor saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Pelatihan kerja ini juga menurut Karnain berfungsi untuk meningkatkan kualitas kerja penyandang disabilitas.

Sebab, berdasarkan amanat perda, Pemkot Bogor dan BUMD di Kota Bogor wajib mempekerjakan minimal 3 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja.

Sedangkan, untuk perusahaan swasta wajib mempekerjakan minimal 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja.

“Peningkatan kualitas kerja melalui pelatihan kerja ini juga kan selain bisa menambah skill individu untuk bisa direkrut perusahaan, juga membuka peluang untuk membuka usaha sendiri nantinya,” tuturnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved