Breaking News:

Kesehatan

Gaya Hidup Tidak Sehat Picu Terjadinya Demensia di Usia Muda

Penyakit Demensia bisa terdiagnosis sebelum berusia 60 tahun, bahkan di usia 30 tahun. Fenomena ini biasa disebut Young Onset Demensia (YOD).

Freepik.com
ilustrasi seseorang yang menderita demensia. Penyakit demensia tidak hanya pada orang lansia, tapi juga bisa terjadi di usia muda. Gaya hidup tidak sehat jadi pemicunya. 

WARTAKOTALIVE.COM - Demensia merupakan penyakit yang terjadi karena adanya penurunan daya ingat dan cara berpikir dengan gejala adalah lupa.

Jika sudah dialami, penyakit ini akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari.

Jenis demensia yang paling sering terjadi adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah jenis demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan perubahan protein di otak. Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak.

Sebagian besar penderita demensia berusia di atas 60 tahun, namun bukan berarti tidak dapat terdiagnosis Alzheimer sebelum berusia 60 tahun, bahkan dimulai di usia 30 tahun. Fenomena ini biasa disebut Young Onset Demensia (YOD) atau Early Onset Demensia (EOD).

Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Michael Dirk R. Maitimoe mengatakan, bahwa gaya hidup yang kurang sehat memegang peranan penting sebagai faktor risiko demensia.

“Beberapa gaya hidup yang dapat memicu lahirnya demensia alzheimer lebih dini antara lain, kurang olahraga, kebiasaan minum alkohol, merokok, serta mengonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak jenuh dan gula, atau kurang bergizi bagi otak," jelas Michael dalam konferensi pers virtual terkait Demensia, Sabtu (24/9/2022).

Dengan gaya hidup yang tidak sehat, lanjut Michael, dapat memicu datangnya penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol.

“Adapun, penyakit-penyakit tersebut menjadi faktor medis yang memicu demensia di usia muda,” ujar Michael.

Tak hanya itu, biasanya penderita YOAD mulai mengeluh pada usia 40-50 tahun, dan memiliki risiko faktor genetik yang kuat yang harus dibuktikan dengan pemeriksaan genetik (Familial Alzheimer’s Disease/FAD).

Masalah demensia alzheimer pada orang muda umumnya terkait dengan faktor genetik, karena orang tua yang mengidap demensia juga bisa menurunkan penyakit tersebut pada anaknya.

Namun persentase kasus demensia alzheimer pada orang muda sangat kecil, hanya di bawah satu persen orang yang mengidap alzheimer.

Berdasarkan laporan dari ALZI, penyandang termuda berusia 23 tahun berasal dari Inggris dengan diagnosa Demensia Parkinson yang juga berkaitan dengan genetik dari ibu.

Oleh karena itu, lanjut Michael, untuk mencegah terjadinya demensia dalam usia muda adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti makan dan tidur cukup serta teratur, menghindari alkohol dan rokok, hingga mengelola stres.

“Yang bisa dilakukan adalah dengan bergaya hidup sehat. Investasikan otak kita dengan hal-hal bermakna dan menyenangkan. Stres pasti ada, tapi bagaimana kita mampu mengelola stres tersebut bisa mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita,” pungkas Michael.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved