Penjabat Gubernur

Fraksi Gerindra Dorong Kursi Deputi Deputi Diisi Saat DKI Jakarta Dipimpin Penjabat Gubernur

, Pj Gubernur akan mengisi kursi itu pada 17 Oktober atau sehari setelah Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria pensiun.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Kompas.com/Ryana Aryadita
Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta mendorong agar kursi Deputi Gubernur diisi saat Ibu Kota dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur.

Nantinya, Pj Gubernur akan mengisi kursi itu pada 17 Oktober atau sehari setelah Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria pensiun.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengisi kekosongan kursi Deputi Gubernur.

Peran Deputi Gubernur dianggap bisa membantu kinerja Pj Gubernur, karena dia tidak memiliki Wakil Gubernur.

Baca juga: Profil 3 Calon Penjabat Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Baca juga: Benni Irwan: Pelantikan Lima Penjabat Gubernur Merupakan Representasi dari Masyarakat

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian akan Lantik 5 Penjabat Gubernur, Ini Daftarnya

"Sebetulnya butuh juga, tapi nggak semuanya Deputi Gubernur. Ini sepertinya bisa dipertimbangkan untuk diangkat lagi,” kata Syarif pada Sabtu (24/9/2022).

Menurut Syarif, ada empat kursi Deputi Gubernur yang saat ini kosong.

Empat kursi itu adalah Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup; Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman; Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi, serta Deputi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

Menurut Syarif, dari empat kursi tersebut yang dianggap tidak terlalu penting adalah Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

BERITA VIDEO: Mobil Mewah BMW Z4 Seharga Rp 1,4 M Diduga Isi Pertalite Bikin Kesal Netizen

Tugas mengenai kebudayaan dan pariwisata dianggap bisa ditangani oleh Asisten Deputi Gubernur dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Sementara Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup diperlukan, karena berkaitan dengan implementasi Pergub RDTR Nomor 31 tahun 2022.

Sedangkan, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, juga dibutuhkan untuk mengakselerasi penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

“Kalau Deputi Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi itu juga diperlukan juga karena sekarang Jakarta masuk masa transisi kepindahan IKN ke Kalimantan Timur,” jelas Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta ini.

Diketahui, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan pensiun pada 16 Oktober 2022.

Jabatan mereka nantinya akan diisi oleh Pj Gubernur, sampai pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 mendatang.

DPRD DKI Jakarta telah menyodorkan tiga kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta kepada Kemendagri pada Kamis (14/9/2022) lalu.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta yang diikuti sembilan fraksi pada Rabu (13/9/2022).

Ketiga nama itu adalah Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Sekda DKI Jakarta Marullah Matali.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved