Didoakan Sylviana Murni jadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Bahtiar Baharuddin: Terima Kasih Prof

Kepala BKSP DPD RI Sylviana Murni mendoakan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar Baharuddin jadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta

Istimewa
Kepala BKSP DPD RI Prof. Sylviana Murni mendoakan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Dr Bahtiar Baharuddin menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI Prof. Sylviana Murni mendoakan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Dr Bahtiar Baharuddin menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Hal itu diucapkan Sylviana saat menjadi narasumber saat webinar bertajuk ‘Otonomi Jakarta Pasca Tidak Lagi Menjadi Ibu Kota Negara’ yang digelar Sabtu (24/9/2022).

“Di sini ada Bang Bahtiar yah, Bang Bahtiar siap-siap ya termasuk kandidat menjadi Penjabat Gubernur, kita doakan yang terbaik,” ujar Prof Sylviana saat menjadi pemateri pertama dalam diskusi itu.

“Terima kasih prof,” jawab Bahtiar.

Sylviana mengatakan sebetulnya ada orang yang lebih ahli dibanding dirinya soal ketatanegaraan di Ibu Kota. Namun bagaimanapun juga, dia merasa menjadi pelaku yang terlibat di Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Jadi Calon Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono: Alam Semesta akan Memberikan yang Terbaik

“Saya praktisi yang sudah 31 tahun di Pemprov DKI Jakarta, mengikuti tujuh gubernur dan juga ada 11 amanah yang pernah diberikan kepada saya di Jakarta. Alhamdulillah saya bisa melewatinya dengan ridho Allah subhanallah wa ta’ala,” kata Sylviana.

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan diberi kewenangan desentralisasi asimetris, seperti DIY, Papua Barat, Papua dan Aceh.

“Jakarta tetap mendapat kewenangan khusus berupa otonomi tunggal di tingkat provinsi, meski tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara,” ucap mantan Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat ini.

Sementara itu anggota Ombudsman Republik Indonesia (RI) Robert Na Endi Jaweng menambahkan, Jakarta tetap memiliki kekhususan meski status IKN telah dilepas.

Baca juga: PSI Ingatkan Kemendagri Supaya Terbuka soal Penggodokan Usulan Pj Gubernur DKI Jakarta

Meski hal itu merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat dan DPR RI, namun peran pemerintah daerah sangat krusial sehingga figur Penjabat (Pj) Gubernur berperan penting.

“Penjabat Gubernur DKI ke depan ini tidak sama dengan Penjabat Gubernur di provinsi lain yang mungkin lebih banyak mengurus internal di provinsinya. Tapi yang Jakarta ini membutuhkan kapasitas dari seseorang yang memahami tentang pemerintahan secara nasional,” kata Robert.

“Karena agenda besar justru tidak kalah krusial, terutama untuk mempersiapkan Pilkada dan juga penyelenggara urusan pemerintahan,” lanjut Robert.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan pensiun pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Baca juga: Kewenangan Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan, Mutasi hingga Pecat Pegawai

Jabatan mereka nantinya akan diisi oleh Pj Gubernur, sampai pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 mendatang.

DPRD DKI Jakarta telah menyodorkan tiga kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta kepada Kemendagri pada Kamis (14/9/2022) lalu.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta yang diikuti sembilan fraksi pada Rabu (13/9/2022).

Ketiga nama itu adalah Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dan Sekda DKI Jakarta Marullah Matali.

Diketahui, Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin terlibat aktif mewakili pemerintah dalam penyusunan RUU pemekaran Papua. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved