Pendidikan

Disabilitas Tak Jadi Pembatas, Pelajar Tunarungu SLB 4 Jakarta Ikuti Program Membatik Ecoprint

Pelajar yang para penyandang disabilitas ini memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan bertemakan Pertamina Sahabat Difabel.

Wartakotalive/M Rifqi Ibnumasy
Siswa-siswi SLB Negeri 4 Jakarta, penyandang tunarungu ikuti program membatik ecoprint 

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA - Bagi siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 4 Jakarta, disabilitas bukanlah batas untuk mereka terus belajar dan berkarya.

Hal itu dibuktikan oleh aksi 10 pelajar tunarungu SLB Negeri 4 Jakarta.

Mereka dengan tekun mempelajari seni membatik metode ecoprint.

Dengan penuh antusias, pelajar yang para penyandang disabilitas ini memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan bertemakan Pertamina Sahabat Difabel.

Kelapa SLB Negeri 4 Jakarta, Sukimin menjelaskan total muridnya berjumlah 233 pelajar dan hanya 10 siswa-siswi setingkat SLTA terpilih mengikuti program membatik ecoprint.

Baca juga: Kunjungi SLB B Yakut Purwokerto, Ganjar Beri Hadiah ke Siswa Difabel

"Dan anak-anak yang kami ujicobakan untuk pelatihan ecoprint tadi adalah anak-anak yang tuna rungu semua," kata Sukimin, Jumat (23/9/2022).

Menurut Sukimin, SLB Negeri 4 Jakarta lebih memfokuskan program pendidikan keterampilan bagi muridnya yang sudah setingkat SLTA.

Bahkan jika dijumlahkan, bobot pendidikan keterampilan mencapai 28 jam mata pelajaran dan 12 jam untuk pendidikan berbasis akademik.

"Makanya pendidikan keterampilan di sini tiga hari penuh itu di SMA, sedangkan SMP itu dua hari penuh. Itu dari pagi sampai siang," ucapnya.

Adapun Instruktur Pelatihan Batik Ecoprint Tati Leliana Purba menjelaskan, pelatihan membatik ini untuk menggali potensi potensi dan melatih kemandirian pelajar SLB Negeri 4 Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved