Pilpres 2024

Wacana Jokowi Jadi Cawapres 2024 Terganjal Pasal 8 UUD 1945

Djarot menjelaskan, jika mengacu pasal 7 UUD 1945, maka presiden boleh dipilih dua kali dalam masa yang sama.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Ketua Badan Pengkajian MPR Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ada tabrakan aturan jika presiden yang telah menjabat dua periode, mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Badan Pengkajian MPR Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ada tabrakan aturan jika presiden yang telah menjabat dua periode, mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Djarot menjelaskan, jika mengacu pasal 7 UUD 1945, maka presiden boleh dipilih dua kali dalam masa yang sama.

Sehingga, jika hanya melihat pasal tersebut, sosok seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah dua kali menjabat, bisa mencalonkan diri sebagai cawapres di pemilu berikutnya.

“Lalu ada wacana bahwa presiden bisa presiden jadi cawapres."

"Pasal 7 UUD 1945 menyatakan bahwa presiden boleh dipilih dua kali dalam masa jabatan yang sama."

"Jadi dia boleh calonkan sebagai cawapres kalau kita hanya mengacu pada pasal 7,” ungkap Djarot di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Ketua KPU: Politik Uang Bunyi-bunyiannya Banyak, tapi Cari Buktinya Susah

Namun, pada pasal selanjutnya, yakni pasal 8 UUD 1945, terdapat ketentuan bila seorang presiden diberhentikan, berhalangan tetap, atau mangkat, maka digantikan oleh wakil presiden.

Ketentuan pasal 8 ini jadi pembatas bagi presiden yang telah dipilih dua kali, untuk mencalonkan diri sebagai cawapres.

“Aturannya tabrak di pasal 7. Termasuk juga tentang persoalan etika politik dan moral politik. Jadi satu bahan kajian. Pasal 7 memperbolehkan, dan 8 membatasi.”

“Maka Badan Pengkajian MPR bukan pada tempatnya memberikan respons harus A atau B. Tapi kita jelaskan, ini lah sistem kita,” papar Djarot. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved