Pilpres 2024

Wacana Jokowi Jadi Cawapres 2024, Fadli Zon: Harus Tanya Ahli

Apakah secara moral dimungkinkan bagi Jokowi yang dua periode memimpin sebagai Presiden, mencalonkan sebagai wapres di Pilres 2024?.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, wacana duet Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024, harus ditanyakan terlebih dahulu kepada para ahli hukum tata negara dan Mahkamah Konstitusi (MK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, wacana duet Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024, harus ditanyakan terlebih dahulu kepada para ahli hukum tata negara dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Apakah secara moral dimungkinkan bagi Jokowi yang dua periode memimpin sebagai Presiden, mencalonkan sebagai wapres di Pilres 2024?.

"Kita memang harus tanya ya kepada ahli-ahli, apakah hal-hal semacam itu dimungkinkan atau tidak?"

"Secara konstitusional maupun secara moral," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Berkaca dari kenyataan Jokowi itu, Fadli menyebut bisa saja Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju lagi sebagai cawapres di Pemilu 2024, jika itu dimungkinkan secara konstitusi.

"Nanti kan bisa saja Pak SBY sudah dua kali nanti jadi calon wakil presiden," ujarnya.

Baca juga: Masih Tahap Penyelidikan, KPK Bantah Besok Bakal Gelar Ekspose Kasus Formula E

Atas dasar itu, Fadli menyebut persoalan konstitusi bukan hanya didasarkan pada argumentasi seorang juru bicara MK mengenai boleh tidaknya Presiden Jokowi maju sebagai cawapres di Pemilu 2024, berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"Jadi, ini harus ditanya kepada ahli-ahli menurut saya, ahli-ahli hukum tata negara dan juga tentu kepada MK, tapi bukan yang juru bicaranya ya," papar anggota Komisi I DPR itu. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved