Berita Video

VIDEO Cerita Kisah Pilu Dari Keranda Jenazah di Kediri, Tidak Satupun Warga yang Ikut Menghantar

Viral di media sosial keranda jenazah dibopong oleh perangkat desa di Kediri, Jawa Tengah. Tidak terlihat satupun warga yang ikut dalam iring-iringan

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Viral di media sosial keranda jenazah dibopong oleh perangkat desa di Kediri, Jawa Tengah. Tidak terlihat satupun warga yang ikut dalam iring-iringan jenazah untuk ke pemakaman.
Dalam video yang viral terlihat sejumlah pria berseragam ASN di Jawa Tengah membopong sebuah keranda jenazah.
Kemudian di depannya tampak berjalan wanita yang juga berseragam ASN. Tidak tampak satupun warga biasa ikut dalam mengantar jenazah tersebut. 
Dalam narasi disebutkan peristiwa jenazah hanya diantar perangkat desa itu terjadi di Desa Kedak, Semen, Kediri. 


Disebutkan juga bahwa peristiwa jenazah yang hanya diantar perangkat desa seperti film Hidayah yang kerap tayang di Indosiar.
Narasi juga menyebut bahwa jenazah tersebut tidak diantar warga lantaran semasa hidupnya tidak pernah melayat atau mengantarkan jenazah. 
Ternyata informasi tersebut hoaks. Faktanya ada kisah pilu dibalik jenazah yang diantar oleh perangkat desa.

Baca juga: Dua Pemuda Bekasi Jadi Kurir Barang Haram Ditangkap, Polisi Sita 2 Kilogram Ganja


Dikutip dari TribunJateng.com warga Desa Kedak, Semen sudah melayat jenazah.
Namun, karena mayoritas pria di Desa tersebut bekerja sehingga tidak bisa mengantar jenazah ke liang lahat. 
Selain itu, Jenazah sendiri memang memiliki keterbelakangan mental. Selama ini jenazah hidup bersama kakaknya yang juga mengalami keterbelakangan mental.

Baca juga: VIDEO : Mayat Pria Penghuni Kos di Pesanggrahan Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi


Keduanya juga tidak menikah sehingga tidak memiliki keturunan. Sedangkan keluarga lainnya sudah lama meninggal.
"Sebenarnya banyak warga yang berdatangan ikut membantu dalam pemakaman . Beliau yg meninggal emang hidup sebatang kara, kebetulan rumah beliau dekat dengan kepala desa , maka dari itu perangkat desa ikut menggotong . Bukankah yg mengubur dan menggali kuburan tetap warganyaa," tulis akun dyahpusp di kolom komentar unggahan tersebut.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved