Soal Transaksi Rp560 Miliar ke Kasino Judi Luar Negeri, Lukas Enembe: Hoaks

Gubernur Papua Lukas Enembe menyebutkan soal temuan penyetoran uang Rp560 miliar ke kasino judi luar negeri adalah hoaks.

Akun YouTube Kompas TV
Stefanus Roy Rening, kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan temuan yang diklaim PPATK ada setoran dana dari Lukas Enembe ke kasino judi luar negeri adalah hoaks dan tidak realistis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan adanya temuan penyetoran uang Rp560 miliar atau 55 juta dolar Amerika dari Gubernur Papua Lukas Enembe ke kasino judi di luar negeri.

Lukas Enembe sendiri sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka atas dugaan gratifikasi Rp1 miliar. Menanggapi soal uang Rp560 miliar ke kasino judi, Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya Stefanus Roy Rening mengatakan hal itu adalah hoaks dan tidak realistis.

"Tidak realistis, hoaks. Ini pesan Gubernur Lukas Enembe kepada saya, ketika Pak Mahfud baru selesai konpers bersama pimpinan KPK dan PPATK. Beliau Pak Gubernur langsung telpon saya. Dia bilang, Roy, hoaks. Kau tolong sampaikan itu tidak benar," kata Roy Rening di acara Rosi di Kompas TV yang dipandu Liviana Cherlisa, Kamis (22/8/2022) malam.

Menurut Roy, darimana uang kas daerah keluar Rp 560 miliar. "Tolong Mahfud buktikan, PPATK buktikan ada uang yang keluar dari kas daerah, baru connect," kata Roy.

Roya menjelaskan hukum itu arus logis dan masuk akal. Dengan tudingan PPATK itu kata Roy, artinya ada uang APBD yang dibawa lari Lukas Enembe ke luar tanah Papua di kasino judi di Singapura.

"Tidak masuk akal. Kalau ada uang itu, harus berhubungan proyek APBD yang tidak berjalan di tanah Papua. Adakah proyek-proyek di Papua yang mangkrak? Adakah kegiatan yang sudah diprogramkan oleh DPRD tidak jalan? Baru bisa konek," katanya.

Baca juga: Tito Karnavian: Lukas Enembe Sahabat Lama, tapi Kalau Masalah Hukum Saya Enggak Bisa Ikut Campur

"Membawa uang keluar dari kas daerah itu harus pakai SPM, kalau pakai SPM berarti harus menunjuk proyek mana. Tidak bisa begitu banyak uang keluar tiba-tiba dari kas daerah, dasarnya itu sudah temuan BPK nanti," katanya.

Terkait adanya manajer pencucian yang oleh PPATK disebutkan ada di Singapura, Roy menegaskan seharusnya bicara uang keluar dulu.

"Kita bicara uang keluar dulu. Bagaimana caranya uang di kas daerah 55 juta dolar itu keluar, itu dulu. Katanya uang hasil korupsi nih, bagaimana caranya pindah ke Singapura. Berarti kan harus ada perintah keluar dari bendahara pemerintah untuk keluarkan uang ini. Mana buktinya, PPATK jangan loncat cara berpikirnya," katanya.

"Harus buktikan dulu bagaimana uang ini keluar dari Papua, Jakarta, Singapura. Pakai apa pindahnya. Tidak realistis," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved