Jakarta Memilih

KPU DKI Jakarta Mencatat Jumlah Pemilih saat Pemilu 2024 Mencapai 7,9 juta Orang

KPU DKI Jakarta mencatat jumlah daftar pemilih sementara di Pemilu 2024 mendatang mencapai 7.929.010 orang berdasarkan pendataan hingga Agustus 2022.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sunardi menyebut KPU DKI Jakarta mencatat jumlah daftar pemilih sementara di Pemilu 2024 mendatang mencapai 7.929.010 orang berdasarkan pendataan hingga Agustus 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, SENEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta mencatat, daftar pemilih sementara untuk Pemilu 2024 mendatang mencapai 7.929.010 orang.

Angka itu berdasarkan pendataan daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU DKI Jakarta sampai Agustus 2022 lalu.

Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sunardi mengungkapkan, pendataan itu dimulai setelah pelaksanaan Pemilu 2019 silam. Pendataan ini, kata dia, merupakan arahan dari KPU Republik Indonesia (RI).

“Terakhir ini kurang lebih 7,9 juta orang untuk pemilih di DKI Jakarta. Ini untuk Pemilu 2024 (Pilpres dan Pileg), karena kalau untuk Pemilu itu sudah kami proses, sedangkan untuk Pilkada tahapannya belum dimulai,” kata Sunardi di kantornya, Jalan Salemba Raya, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Pasar Jaya Bangun 583 Sumur Resapan, Anies Baswedan: Airnya Diturunkan ke Dalam Tanah

Sunardi mengatakan, jumlah pemilih ini diproyeksikan bertambah dibanding daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2019 lalu mencapai 7,7 juta orang. Meski begitu, jumlah data pemilih di Jakarta cenderung dinamis karena berbagai alasan.

“Sepertinya tetap naik karena kan prosesnya data pemilih ini dinamis, salah satunya meninggal, lahir, pindah atau berubah status. Di DKI Jakarta ini kan magnet orang datang ke sini makanya sepertinya tetap akan bertambah walaupun ada yang berkurang,” ujar dia.

Hingga kini, KPU DKI berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat agar mereka menggunakan hak pilihnya saat ajang Pilpres, Pileg maupun Pilkada 2024.

Dia mengakui, masih ada warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput (golongan putih) karena berbagai penyebab.

Baca juga: Anies Baswedan Minta Pasar Jaya Bikin Program Menarik Bagi Anak Kenalkan Transaksi Tawar Menawar

Pertama, mereka tidak menggunakan hak pilih karena persoalan administrasi. Karena itu, KPU terus merampungkan proses administrasi pendataan, agar masyarakat bisa terlibat dalam pemilihan ini.

Kedua, masyarakat memilih golput karena sudah pindah tempat tinggal ke luar daerah, padahal mereka masih terdata sebagai warga DKI Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved