Kriminal

Berkedok Toko Kosmetik, Tiga Penjual Tramadol dan Eximer Diringkus Polsek Sepatan Tangerang

epolisian Sektor (Polsek) Sepatan menangkap tiga orang pelaku penjual obat-obat keras golongan G di kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Wartakotalive/Gilbert Sem Sandro
Polisi gerebek toko kosmetik yang menjual obat-obat terlarang yang dijual tanpa izin oleh tiga orang pelaku berjenis Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid di Pasar Sepatan Tangerang 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kepolisian Sektor (Polsek) Sepatan menangkap tiga orang pelaku penjual obat-obat keras golongan G di kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Tiga pelaku penjual obat-obat terlarang itu berhasil ditangkap, saat menggelar operasi gabungan bersama dengan Koramil , Satpol PP, BPOM, Sudin Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Sat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota.

"Operasi gabungan dipimpin oleh Kapolsek Sepatan AKP Suyatno dengan menyisir kios-kios yang diduga menjual dan mengedarkan obat tramadol dan eximer," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

"Toko atau kios yang menjual obat-obat terlarang ini modusnya dengan menjual alat-alat kosmetik," terangnya.

Baca juga: Tuduh Korban Jual Obat Terlarang, Empat Bandit Mengaku-ngaku Polisi Peras Pemilik Toko di Bekasi

Zain menerangkan, tiga pelaku penjual obat-obatan terlarang golongan G tersebut berinisial MI, I dan A. Mereka ditangkap di toko atau kiosnya masing-masing.

Dari hasil operasi tersebut, personel kepolisian berhasil mengamankan ribuan butir obat-obat terlarang dari para pelaku.

Adapun jenis obat-obatan terlarang yang dijual tanpa izin dari tiga orang pelaku tersebut adalah jenis Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.

"Sebanyak 2.576 Butir Eximer, 653 Butir Tramadol, 100 butir Teihexypenid diamankan dari tersangka MI, lalu 756 butir Eximer, 370 butir Tramadol didapat di kios I," paparnya.

Baca juga: Ganja Dihapus dari Daftar Obat Terlarang dan Berbahaya, PBB Perbolehkan Pakai Untuk Keperluan Medis

"Dan 2.000 butir tramadol berasal dari toko tersangka A," sambungnya.

Atas perbuatannya tersebut, tiga penjual obat terlarang itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Sepatan.

"Mereka dijerat dengan sangkaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 Jo. Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan atau Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) dan atau Pasal 198 Jo. Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Undang – undang RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," jelas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho. (m28)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved