Kenaikan Harga BBM

Tuntut Tiga Hal Penting, Massa KSPI Kepung Kantor Anies Baswedan di Balai Kota

Massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengepung Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat hari ini.

Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengepung Kantor Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat Rabu (21/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengepung Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat pada Rabu (21/9/2022).

Pantauan Wartakotalive.com, pendemo mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Tampak massa KSPI berjalan kaki sembari membawa sejumlah poster menuju Balai Kota DKI.

Ketua Perda KSPI DKI Jakarta, Winarso mengatakan terdapat tiga tuntutan penting dalam agenda demo kali ini.

Adapun tiga tuntutan tersebut yaitu, menolak kenaikan harga BBM, menolak Undang-undang Omnibus Law Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja dan menuntut kenaikan Upah Minimun tahun 2023 sebesar 10-13 persen. 

Baca juga: 7.000 Buruh akan Ikut Aksi Unjuk Rasa 4 Oktober 2022, Istana Merdeka Jadi Sasaran

Winarso menyebut, kenaikan BBM berdampak pada kemampuan beli masyarakat. Menurutnya, harga BBM yang meningkat mengakibatkan menurunkan daya beli masyarakat turun 30-50 persen. 

"Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflasi menjadi 6.5 persen hingga 8 % , sehingga harga kebutuhan kebutuhan pokok akan meroket," kata Winarso pada Rabu (21/9/2022). 

Terkait dengan upah minimum provinsi, KSPI meminta upah buruh naik pada tahun depan. Terlebih, upah buruh sudah tidak pernah naik dalam tiga tahun terakhir.

"Dengan kata lain, diduga tahun depan upah buruh tidak akan naik lagi, dan kami menuntut kenaikan Upah Minimun tahun 2023 sebesar 10-13 % ," ujarnya. 

Baca juga: VIDEO Aksi Unjuk Rasa BEM SI Memanas, Saling Mendorong Hingga Lempar Botol

Menurut Winarso, demo hari ini agenda lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan pada Senin (12/9/2022) lalu.

Apabila tuntutannya tidak didengar, maka KSPI akan kembali melakukan demo di depan Istana Merdeka pada 4 Oktober 2022 dengan melibatkan Buruh se-DKI, Jawa Barat dan Banten.

"Kami buruh DKI Jakarta menegaskan, jika tuntutan kami tidak didengar dan tidak didukung, maka kami akan merencanakan aksi Nasional didepan Istana Negara pada tanggal 4 Oktober 2022 dengan melibatkan Buruh se-DKI, Jawa Barat dan Banten," tukasnya. (M35)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved