Tawuran Pelajar

Selain Buku, Pelajar SMA Grafika Bawa Celurit dan Mandau untuk Antisipasi Tawuran

Tawuran kini menjadi tren pelajar di Jakarta, mereka lebih mengutamakan bawa senjata tajam ketimbang buku pelajaran.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Lima pelajar sekolah menengah pertama (SMA) sempat diamankan warga karena ingin tawuran di kawasan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di era moderen ini terjadi banyak pergeseran. Seperti pelajar, yang semula sekolah bawa  buku, kini mereka juga membawa celurit dan mandau.

Pertanyaannya, untuk apa? Para pelajar umumnya bukan untuk tawuran, tapi untuk jaga-jaga.

Inilah yang dilakukan lima pelajar sekolah SMA Grafika Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Mereka diamankan warga karena ingin tawuran di kawasan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2022).

Para pelajar itu diamankan ketika berjalan gerombol dan saat digeledah oleh warga ada dua senjata tajam.

Pelajar berinisial RS membawa celurit dan MA membawa mandau, tiga lainnya tidak ditemukan senjata tajam.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, AKP Sofyan Suri menjelaskan, kelima pelajar ini mengaku tidak tawuran tapi hendak pulang.

Baca juga: Polresta Bogor Kota Tetapkan Enam Orang Tersangka Pelaku Tawuran Remaja dari Dua Geng

Namun, saat ditemukan senjata tajam, mereka menyatakan untuk jaga-jaga apabila diserang sekolah lain.

"Iya ngapain, kalau bukan mau gituan (tawuran), itu kan bahasa mereka mau pulang, tapi memang kita masih dalamin nih, masih dicek bukti-buktinya," kata Sofyan, Rabu (21/9/2022).

Pihak kepolisian tidak menemukan adanya bukti chat dari HP para pelajar ajakan untuk tawuran.

Baca juga: Tawuran Antar Warga Kembali Pecah di Kolong Jembatan Manggarai, Polsek Tebet Lambat Bubarkan Massa

Para pelajar ini dari SMA Grafika Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. 

Pihaknya sudah memanggil orangtua pelajar tersebut untuk dilakukan pembinaan supaya tak mengulangi aksinya lagi.

"Pasti dipanggil orangtuanya, mekanismenya harus didampingi orang tua," tegasnya.

Baca juga: Tawuran di Underpass Manggarai Terjadi Akibat Saling Tantang Lewat Sosial Media

Sebelumnya, Aksi pelajar berseragam putih abu-abu membuat geram sejumlah pengendara di kawasan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (20/9/2022) siang.

Sejumlah pelajar ini baru saja menggelat aksi tawuran di sana dan pengendara sepeda motor dengan sigap membubarkan.

Beberapa pelajar akhirnya diamankan warga usai tawuran tersebut dan sempat ditemukan senjata tajam jenis golok.

Dalam video yang beredar, ada satu orang berjaket ojel online melayangkan pukulan ke arah pelajar tersebut.

Pengendara kesal lantaran ulah tawuran pelajar ini bisa melukai orang lain ataupun merenggut nyawa dari lawannya.

"Orangtua sekolahin bukan yang benar lu belajar malah tawuran," kata pria yang merekam.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved